Intimate Ifthar Paragon di Makassar, Ruang Dialog tentang Kebaikan Tanpa Batas

Intimate Ifthar Paragon di Makassar

AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Suasana ruang pertemuan di Hotel Ibis Makassar City Center, Senin petang, terasa hangat sejak sebelum waktu berbuka tiba. Bukan sekadar agenda buka puasa bersama, pertemuan itu dirancang sebagai ruang berbagi gagasan—tempat komunitas, mitra, dan figur publik duduk setara untuk membicarakan satu tema: bagaimana kebaikan bisa diperluas dampaknya.

Melalui kegiatan bertajuk Intimate Ifthar Community Paragon – Makassar, Paragon mengemas momen Ramadan sebagai ruang silaturahmi yang disertai dialog reflektif. Tema “Kebaikan Tanpa Batas” menjadi benang merah dalam sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber lintas peran.

Kolaborasi sebagai Inti Gerakan

Dalam sesi diskusi, A. Miftahuddin Amin selaku EVP & Chief of People and Business Ecosystem Development ParagonCorp menegaskan bahwa arah besar perusahaan tidak berhenti pada pertumbuhan bisnis.

Menurutnya, kebermanfaatan menjadi fondasi utama setiap langkah. Namun ia mengakui, dampak sosial tidak mungkin dibangun sendirian.

Karena itu, Paragon memilih membangun ekosistem kolaboratif—menggandeng mitra, komunitas, hingga individu yang memiliki visi serupa. Dengan pendekatan ini, efek yang dihasilkan dinilai bisa meluas dan berkelanjutan.

Pendidikan Jadi Salah Satu Pilar

Salah satu contoh yang disorot adalah program Wardah Inspiring Teacher. Program tersebut disebut tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga membentuk jejaring alumni yang kini menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing.

Perubahan yang dirasakan peserta sebelum dan sesudah mengikuti program menjadi indikator keberlanjutan dampak. Dari sisi pendidikan, pendekatan ini dianggap mampu menciptakan efek domino: satu individu bertumbuh, lalu menginspirasi banyak lainnya.

Model seperti ini dinilai mencerminkan semangat membangun ekosistem, bukan sekadar menjalankan program satu arah.

Peran Figur Publik dalam Ekosistem Sosial

Talkshow juga menghadirkan Dhini Aminarti sebagai Corporate Community Ambassador. Kolaborasi dengan figur publik dinilai penting untuk memperluas jangkauan pesan sosial.

Hubungan antara Paragon dan Dhini disebut telah terjalin sejak level brand, lalu berkembang menjadi kemitraan korporasi dalam berbagai aktivitas sosial dan CSR. Kesamaan visi—menghadirkan manfaat bagi sesama—menjadi dasar keberlanjutan kerja sama tersebut.

Kehadiran figur publik dalam konteks ini bukan sekadar simbol, tetapi diharapkan mampu memperkuat resonansi gerakan di tengah masyarakat.

Mengapa Makassar?

Pemilihan Makassar sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Kota ini dinilai strategis untuk menjangkau wilayah Indonesia timur sekaligus menjadi simpul distribusi gagasan.

Dari perspektif korporasi, membangun gerakan dari pusat-pusat pertumbuhan regional dinilai lebih efektif ketimbang terpusat di satu kota besar saja. Makassar dianggap memiliki energi komunitas yang kuat dan potensi kolaborasi lintas sektor.

Harapannya, ruang silaturahmi seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial Ramadan, tetapi menjadi pemantik lahirnya jejaring baru dan gagasan kolaboratif yang lebih luas.

Di tengah tantangan sosial yang kompleks, pendekatan berbasis ekosistem mungkin bukan solusi instan. Namun melalui pertemuan-pertemuan kecil yang terkurasi, narasi kebaikan setidaknya mendapat ruang untuk tumbuh—dan mungkin, menyebar lebih jauh dari yang dibayangkan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Intimate Ifthar Paragon di Makassar, Ruang Dialog tentang Kebaikan Tanpa Batas
  • Intimate Ifthar Paragon di Makassar, Ruang Dialog tentang Kebaikan Tanpa Batas
  • Intimate Ifthar Paragon di Makassar, Ruang Dialog tentang Kebaikan Tanpa Batas
  • Intimate Ifthar Paragon di Makassar, Ruang Dialog tentang Kebaikan Tanpa Batas
  • Intimate Ifthar Paragon di Makassar, Ruang Dialog tentang Kebaikan Tanpa Batas
  • Intimate Ifthar Paragon di Makassar, Ruang Dialog tentang Kebaikan Tanpa Batas