Tamarind Health Buka Pusat Kanker Langka di Singapura, Libatkan Sembilan Dokter Spesialis
![]() |
| ILUSTRASI. Dokter spesialis menjelaskan hasil pemeriksaan dan pilihan penanganan kepada pasien dengan dugaan kanker kompleks. |
AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Tamarind Health meluncurkan Rare Cancer Centre di Singapura pada 30 September 2026 untuk membantu pasien dengan kanker langka dan kompleks mengakses dokter spesialis sesuai jenis penyakit yang mereka hadapi.
Pusat layanan ini menghimpun sembilan dokter spesialis onkologi dan hematologi dari jaringan Tamarind Health. Layanan tersebut menyediakan jalur akses bagi pasien, keluarga, serta dokter perujuk untuk mencari keahlian medis yang relevan dengan kebutuhan diagnosis dan pengobatan kanker langka.
Dalam siaran pers pada 9 Oktober 2026, Tamarind Health menyebut pembentukan pusat ini sebagai upaya menghubungkan pasien dengan dokter yang memiliki pengalaman menangani jenis kanker tertentu. Pasien dari Indonesia yang mempertimbangkan perawatan spesialistik di Singapura juga dapat mencari informasi mengenai layanan tersebut.
Kebutuhan terhadap layanan khusus ini berkaitan dengan tantangan diagnosis dan penanganan kanker langka. Siaran pers Tamarind Health mengutip perkiraan riset bahwa sekitar satu dari lima diagnosis kanker tergolong kanker langka. Meski setiap jenisnya relatif jarang ditemukan, kelompok penyakit ini secara keseluruhan mencakup bagian signifikan dari kasus kanker.
Pasien dapat menghadapi kesulitan memperoleh diagnosis yang tepat, menemukan dokter dengan keahlian khusus, serta menentukan pilihan pengobatan yang sesuai.
Sembilan dokter menangani lima kelompok kanker langka
Rare Cancer Centre mencakup lima kelompok utama, yakni keganasan hematologi dan limfoma, sarkoma, kanker kulit yang jarang terjadi, tumor neuroendokrin atau neuroendocrine tumours (NET), serta kanker otak.
Sembilan dokter yang tergabung dalam layanan tersebut adalah Dr. Akhil Chopra, Dr. Colin Phipps Diong, Dr. Foo Kian Fong, Dr. Angela Pang, Dr. Richard Quek, Dr. Tanujaa Rajasekaran, Dr. Kevin Tay, Dr. Wong Siew Wei, dan Dr. Valerie Yang.
Group Chief Executive Officer Tamarind Health, Lim Eng Seng, mengatakan pusat tersebut dibentuk untuk mengintegrasikan keahlian para spesialis dari berbagai fasilitas dalam jaringan perusahaan.
“Rare Cancer Centre mencerminkan tujuan Tamarind Health didirikan, yaitu menghimpun keahlian spesialis dari seluruh jaringan kami untuk menjawab kebutuhan pasien,” kata Lim Eng Seng.
Menurut Lim, pendekatan tersebut diharapkan membantu pasien menemukan dokter yang sesuai dengan kondisi mereka sekaligus mendukung penyusunan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Pendapat kedua dapat membantu evaluasi diagnosis
Penanganan kanker langka dapat memerlukan pemeriksaan patologi dan evaluasi khusus untuk memastikan jenis serta subtipe tumor. Dalam situasi tertentu, pendapat kedua atau second opinion dari dokter dengan keahlian terkait dapat membantu pasien memahami diagnosis dan pilihan terapinya.
Tinjauan sistematis yang disebut dalam bahan sumber dan diterbitkan jurnal Pathology pada 2026 melaporkan adanya perbedaan bermakna antara diagnosis awal dan hasil penilaian dokter ahli pada lebih dari 20 persen kasus sarkoma dalam lima studi yang ditelaah.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi spesialis pada kasus tertentu. Namun, angka itu tidak menggambarkan tingkat kesalahan diagnosis secara umum dan tidak dapat digunakan untuk menilai kinerja Rare Cancer Centre karena berasal dari penelitian yang berbeda.
Senior Consultant Medical Oncologist di OncoCare, Dr. Kevin Tay, mengatakan kanker langka menghadirkan tantangan bagi pasien maupun tenaga medis karena pengalaman menangani jenis penyakit tertentu tidak selalu tersedia secara luas.
“Dengan menyatukan para spesialis kanker langka, kami dapat memanfaatkan pengalaman kolektif serta jejaring multidisiplin yang luas untuk membantu menegakkan diagnosis dan merumuskan pendekatan terapi yang tepat,” ujar Kevin Tay.
Ia berharap kolaborasi antardokter tersebut dapat mendukung pasien selama menjalani proses diagnosis dan pengobatan.
Layanan terbuka bagi pasien dan dokter perujuk
Pasien Indonesia yang mempertimbangkan perawatan di Singapura dapat menggunakan kanal informasi Rare Cancer Centre untuk mencari dokter dengan keahlian sesuai diagnosis mereka. Dokter yang menangani pasien juga dapat menghubungi pusat layanan tersebut untuk mendiskusikan kasus atau mengajukan rujukan.
Meski demikian, pemilihan fasilitas perawatan tetap perlu mempertimbangkan diagnosis, rekomendasi dokter yang merawat, pilihan terapi yang tersedia, serta kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.
Selain layanan klinis, Tamarind Health mengadakan kegiatan berbagi pengetahuan bagi tenaga kesehatan. Pada 3 Oktober 2026, Dr. Richard Quek, Dr. Angela Pang, dan Dr. Valerie Yang memandu webinar mengenai sarkoma.
Informasi mengenai dokter, bidang keahlian, dan akses konsultasi tersedia melalui situs resmi Tamarind Health Rare Cancer Centre.
Tamarind Health merupakan grup layanan kesehatan terintegrasi yang berfokus pada onkologi dan memiliki jaringan di Singapura, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Vietnam, serta Tiongkok Daratan. Jaringannya mencakup layanan diagnosis, pengobatan kanker, pendampingan pasien, dan pemulihan.

