CPNS 2026: 4.770 Formasi Dibuka, Bagaimana dengan CPNS Daerah?


ASN terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu yang bersifat sementara.
AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Informasi mengenai 4.770 formasi CPNS 2026 telah diumumkan pemerintah. Namun, angka tersebut tidak berarti seluruh pemerintah daerah sedang membuka rekrutmen CPNS baru.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada 14 Agustus 2026 mengumumkan pemerintah menyiapkan 4.770 kebutuhan CPNS melalui jalur sekolah kedinasan. Formasi tersebut diperuntukkan bagi sembilan instansi yang menaungi sekolah kedinasan.

Karena itu, calon pelamar perlu membedakan antara CPNS melalui sekolah kedinasan dengan pengadaan CPNS umum pada kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

4.770 Formasi CPNS 2026 untuk Sekolah Kedinasan

Kebutuhan 4.770 formasi yang diumumkan Kementerian PANRB tersebar pada sembilan sekolah atau kelompok sekolah kedinasan.

Rinciannya adalah:

  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.410 formasi
  • 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan: 891 formasi
  • Politeknik Keuangan Negara STAN: 1.000 formasi
  • Politeknik Siber dan Sandi Negara: 50 formasi
  • Politeknik Statistika STIS: 564 formasi
  • Politeknik Pengayoman Indonesia: 250 formasi
  • Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi
  • Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: 130 formasi
  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara: 100 formasi

Totalnya mencapai 4.770 formasi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kebutuhan sekolah kedinasan 2025 yang berada di angka 3.257 formasi.

Dengan demikian, angka 4.770 yang beredar dalam informasi CPNS 2026 perlu dibaca sesuai konteksnya, yakni kebutuhan untuk jalur sekolah kedinasan.

Apakah Ini Berarti CPNS Daerah 2026 Dibuka?

Belum tentu.

Pengumuman 4.770 formasi tersebut secara spesifik menyangkut sekolah kedinasan. Jadi, angka itu tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah formasi CPNS yang tersedia untuk pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota.

Dalam pengadaan ASN, kebutuhan pegawai ditetapkan berdasarkan perencanaan kebutuhan ASN. Instansi pemerintah kemudian menyusun kebutuhan sesuai prioritas organisasi dan ketentuan yang berlaku.

Artinya, calon pelamar yang menunggu CPNS pemerintah daerah perlu melihat pengumuman yang secara khusus mencantumkan nama instansi daerah, jabatan, jumlah kebutuhan, persyaratan, serta jadwal pendaftarannya.

Bedanya CPNS Sekolah Kedinasan dan CPNS Umum

Perbedaan paling mudah terlihat dari jalur pengadaannya.

CPNS sekolah kedinasan diperuntukkan bagi peserta yang mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan. Pemerintah telah menetapkan 4.770 kebutuhan untuk jalur tersebut pada 2026. Pendaftarannya dilakukan melalui portal SSCASN BKN.

Sementara itu, CPNS umum merupakan pengadaan untuk mengisi kebutuhan ASN pada instansi pemerintah berdasarkan penetapan kebutuhan yang berlaku.

Karena itu, seseorang yang melihat informasi mengenai 4.770 formasi tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa seluruh pemerintah daerah sedang membuka pendaftaran CPNS.

Bagi pelamar, perbedaan ini penting karena instansi, jenis seleksi, formasi, persyaratan, dan jadwal dapat berbeda.

Seleksi Sekolah Kedinasan Menggunakan CAT

Kementerian PANRB menyebut seleksi sekolah kedinasan 2026 menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

Untuk tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), materi yang digunakan meliputi:

  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);
  • Tes Intelegensia Umum (TIU);
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Setelah SKD, peserta masih harus mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang jadwal dan mekanismenya diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Karena itu, peserta tidak cukup hanya mempersiapkan diri menghadapi SKD. Persyaratan dan tahapan lanjutan juga perlu diperiksa sesuai sekolah kedinasan yang dipilih.

Pendaftaran Dilakukan Melalui SSCASN BKN

Kementerian PANRB menyebut pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan melalui portal SSCASN BKN.

Masyarakat sebaiknya menggunakan kanal resmi ketika mencari informasi mengenai pembukaan seleksi ASN. BKN sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen yang beredar melalui tautan atau situs yang tidak berasal dari kanal pemerintah.

Hal ini penting karena informasi palsu mengenai rekrutmen ASN dapat mencantumkan formasi, gaji, bahkan tautan pendaftaran yang menyerupai proses resmi.

Pelamar sebaiknya tidak langsung mengisi data pribadi atau mengikuti instruksi pendaftaran hanya karena menemukan informasi mengenai “CPNS 2026” di media sosial atau situs yang tidak jelas sumbernya.

Bagaimana dengan CPNS Pemerintah Daerah?

Bagi masyarakat yang menunggu CPNS daerah 2026, angka 4.770 tersebut belum dapat dijadikan acuan untuk menentukan apakah pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota tertentu membuka rekrutmen.

Pelamar perlu melihat pengumuman resmi yang menyebut secara jelas:

  1. nama instansi pemerintah daerah;
  2. jabatan yang dibutuhkan;
  3. jumlah formasi;
  4. kualifikasi pendidikan;
  5. persyaratan pelamar;
  6. jadwal pendaftaran dan seleksi; serta
  7. mekanisme pendaftaran melalui kanal resmi.

Informasi yang hanya menyebut “4.770 formasi CPNS 2026” tanpa menjelaskan bahwa formasi tersebut merupakan kebutuhan sekolah kedinasan berpotensi menimbulkan salah tafsir.

Dengan membaca konteks pengumuman secara lengkap, calon pelamar dapat membedakan antara seleksi sekolah kedinasan dan pengadaan CPNS umum.

Jangan Tertipu Informasi “CPNS 2026 Dibuka”

BKN menegaskan bahwa proses rekrutmen ASN dilakukan melalui mekanisme nasional yang terintegrasi dan diawasi BKN. Pada Januari 2026, BKN juga membantah informasi palsu mengenai seleksi ASN 2026 dan mengingatkan masyarakat agar melakukan verifikasi melalui kanal resmi.

Karena itu, setiap informasi mengenai CPNS 2026 sebaiknya diperiksa kembali sebelum calon pelamar mengisi data pribadi atau mengikuti instruksi pendaftaran.

Terutama untuk pelamar daerah, pastikan informasi tersebut benar-benar mencantumkan instansi pemerintah daerah dan rincian formasi, bukan hanya menggunakan istilah umum “CPNS 2026”.

Jadi, Apakah CPNS Daerah 2026 Sudah Dibuka?

Untuk membaca informasi 4.770 formasi secara tepat, jawabannya adalah: angka tersebut merupakan kebutuhan CPNS melalui sekolah kedinasan, bukan angka formasi CPNS umum pemerintah daerah.

Artinya, calon pelamar yang mengincar pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota tidak dapat menggunakan angka 4.770 tersebut sebagai tanda bahwa rekrutmen CPNS daerah telah dibuka.

Pelamar tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi pengadaan ASN yang mencantumkan instansi daerah, jabatan, jumlah kebutuhan, persyaratan, serta jadwal seleksi.

Dengan demikian, informasi mengenai 4.770 formasi CPNS 2026 sebaiknya dipahami sebagai pengumuman kebutuhan sekolah kedinasan, sementara informasi mengenai CPNS umum daerah harus dilihat berdasarkan pengumuman khusus dari instansi terkait.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • CPNS 2026: 4.770 Formasi Dibuka, Bagaimana dengan CPNS Daerah?
  • CPNS 2026: 4.770 Formasi Dibuka, Bagaimana dengan CPNS Daerah?
  • CPNS 2026: 4.770 Formasi Dibuka, Bagaimana dengan CPNS Daerah?
  • CPNS 2026: 4.770 Formasi Dibuka, Bagaimana dengan CPNS Daerah?
  • CPNS 2026: 4.770 Formasi Dibuka, Bagaimana dengan CPNS Daerah?
  • CPNS 2026: 4.770 Formasi Dibuka, Bagaimana dengan CPNS Daerah?