Sosial Media
0
HEADLINE NEWS
    Home Affan Kurniawan Brimob Nasional

    Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis, 7 Polisi Masuk Daftar Terduga Pelaku

    1 min read

    Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis, 7 Polisi Masuk Daftar Terduga Pelaku

    AMANAH INDONESIA, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengumumkan tujuh anggota polisi yang diduga terlibat dalam insiden penabrakan dan pelindasan pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) hingga tewas saat demonstrasi di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kasus ini memicu gelombang protes mahasiswa dan masyarakat yang menuntut keadilan.

    Tujuh nama tersebut yakni Aipda M Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat dan Kompol Cosmas Kaju," ujar Asep di hadapan mahasiswa saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (29/8).

    Dalam kesempatan itu, Asep menyampaikan penyesalannya atas insiden tersebut serta mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berjanji kasus ini akan diusut tuntas hingga terang.

    Hingga Jumat sore pukul 17.33 WIB, ribuan mahasiswa terus memadati area Markas Polda Metro Jaya untuk menuntut keadilan. Sebelumnya, massa aksi menolak pemberian air minum dari polisi dan sempat melemparkan botol ke arah petugas.

    Aksi ini diikuti berbagai elemen mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (BEM UI). Mereka mengecam keras tindakan represif aparat saat aksi di depan Gedung DPR RI sehari sebelumnya, yang berujung tewasnya Affan Kurniawan.

    Affan, seorang pengemudi ojol berusia 21 tahun, dilaporkan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara massa dan polisi di kawasan Pejompongan. Insiden tersebut memicu kemarahan publik dan memantik aksi protes susulan, termasuk demonstrasi besar di depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.

    Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim sebelumnya telah menyebut tujuh anggota Brimob berada di dalam rantis saat kejadian dan saat ini mereka tengah menjalani pemeriksaan internal. Publik menuntut transparansi penuh dan penegakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat. (*)

    Additional JS
    skyscraper banner 160 x 600
    skyscraper banner 160 x 600