Dede Budhyarto Nilai Bukti Ijazah Jokowi di Persidangan Tak Hentikan Polemik
![]() |
| Jokowi Tegaskan Siap Bekerja Total untuk PSI di Rakernas |
Pandangan itu disampaikan Dede melalui unggahan di akun X miliknya, @kangdede78. Ia menilai pihak yang masih meragukan ijazah Jokowi tidak akan mudah menerima bukti yang ditampilkan dalam persidangan.
“Tadi saya berbisik kepada orang di sebelah: meski dokumen aslinya sudah diperlihatkan di hadapan Yang Mulia Majelis Hakim, gerombolan sakit jiwa yg belum menerima kekalahan Pilpres tetap tak akan percaya,” tulis Dede.
Menurut Dede, polemik tersebut bukan lagi semata-mata berkaitan dengan pencarian kebenaran. Ia mengaitkan sikap sebagian pihak yang masih meragukan ijazah Jokowi dengan dendam politik setelah Pilpres.
“Sebab, yg dicari bukan kebenaran melainkan pelampiasan dendam yg sudah cukup panjang. 10+2=12 tahun,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Dede dalam menanggapi momen Jokowi memperlihatkan ijazahnya di persidangan.
Jokowi Paparkan Tahapan Kelulusan dari UGM
Jokowi memaparkan tahapan kelulusannya dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mulai dari ujian skripsi hingga wisuda, saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan pihak lainnya.
Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, Jokowi menyebut ujian skripsinya berlangsung pada 23 Oktober 1985.
“Ya jadi ujian skripsi itu pada tanggal 23 Oktober 1985, Yang Mulia,” kata Jokowi dalam persidangan.
Setelah menjalani ujian skripsi, Jokowi mengikuti wisuda bersama lulusan dari seluruh fakultas UGM pada 19 November 1985. Prosesi tersebut berlangsung di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta.
Jokowi mengatakan, terdapat 14 mahasiswa Fakultas Kehutanan yang mengikuti wisuda pada kesempatan itu.
“Satu Fakultas Kehutanan itu ada yang ikut wisuda itu ada 14 orang, Yang Mulia,” ujarnya.
Jokowi mengaku tidak mengingat seluruh nama mahasiswa yang mengikuti wisuda tersebut. Namun, ia menyebut dirinya berada pada urutan ke-12 dari daftar yang diingatnya.
Ijazah S1 Jokowi Terbit 5 November 1985
Dalam pemeriksaan lanjutan, jaksa menanyakan waktu penyerahan ijazah S1 kepada Jokowi setelah prosesi wisuda.
Jokowi menjelaskan bahwa ijazahnya diterbitkan pada 5 November 1985. Dokumen tersebut ditandatangani dua pejabat UGM saat itu, yakni rektor dan Dekan Fakultas Kehutanan.
Jaksa kemudian memastikan bahwa ijazah S1 yang sebelumnya diperlihatkan dalam persidangan merupakan milik Jokowi.
“Betul, Yang Mulia,” jawab Jokowi, dilansir ANTARA.
Jaksa juga mendalami foto yang tercantum pada ijazah tersebut. Jokowi ditanya apakah foto itu merupakan dirinya atau seseorang bernama Dumatno Budi Utomo.
Jokowi menegaskan foto yang terpasang pada ijazah tersebut adalah dirinya.
“Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?” jawabnya.
Jokowi Mengaku Tak Pernah Dimintai Izin untuk Penelitian Ijazah
Jokowi mengaku tidak mengetahui bahwa ijazah S1 miliknya dijadikan objek penelitian oleh terdakwa. Ia juga mengatakan tidak pernah menerima permintaan izin atau pemberitahuan terkait penelitian tersebut.
Jokowi kemudian menceritakan pernah didatangi rombongan yang menggunakan bus dan menggelar demonstrasi di kediamannya. Tiga orang dari rombongan itu sempat dipersilakan masuk dan meminta dirinya memperlihatkan ijazah asli.
Namun, Jokowi menolak permintaan tersebut karena menilai rombongan itu tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen pribadinya.
Ia mengatakan hanya bersedia menunjukkan ijazah asli apabila diminta oleh aparat kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan.

