Denny Indrayana Kaitkan Dugaan Penyadapan Prabowo dengan Peta Politik Jokowi
![]() |
| ILUSTRASI. Gibran Rakabuming Raka |
Denny mengingatkan publik agar cermat membaca rangkaian isu yang menurutnya saling berkaitan, termasuk strategi dan langkah politik maupun hukum mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Perkembangan politik hukum semakin menarik dan kalau kita tidak hati-hati membaca petanya, maka kita bisa terjerumus pada persoalan yang semakin rumit,” kata Denny dalam video yang diunggah melalui YouTube.
Istilah “Gibran Jokowi Get” digunakan Denny untuk menggambarkan skandal politik dan hukum yang menurutnya berkaitan dengan Gibran Rakabuming Raka dan Jokowi.
Denny Soroti Dugaan Penyadapan di Mabes Polri
Denny menyebut perkara dugaan penyadapan yang menjadi perhatian publik di Mabes Polri sebagai salah satu isu yang perlu dicermati.
Ia mengatakan mulai muncul analisis yang mengaitkan dugaan penyadapan terhadap Prabowo dan sejumlah tokoh nasional lainnya dengan Jokowi.
Denny turut menyinggung hubungan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Jokowi. Menurutnya, relasi tersebut menjadi salah satu hal yang membuat analisis mengenai dugaan penyadapan mengarah kepada mantan presiden.
“Menarik untuk mengetahui dan mulai muncul analisa bagaimana keterkaitan dugaan penyadapan Presiden Prabowo dan para tokoh nasional lainnya dengan Jokowi,” ujarnya.
Denny juga mempertanyakan apakah perkara tersebut termasuk tindak pidana. Ia mengingatkan bahwa ancaman hukuman yang mungkin dikenakan sangat serius.
“Apakah ini sebenarnya delik? Hati-hati, ancaman hukumannya adalah pidana mati. Sangat serius,” kata Denny.
Menurut Denny, perkembangan perkara dugaan penyadapan itu berpotensi memengaruhi keseluruhan peta persoalan yang ia sebut sebagai “Gibran Jokowi Get”.
Denny Ingatkan Polri soal Integritas
Denny mengatakan perhatian saat ini perlu diarahkan pada penanganan dugaan penyadapan yang, menurutnya, diduga dilakukan oleh mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ia menyatakan tidak ingin nama baik Polri tercoreng oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Denny juga menyinggung dugaan adanya kepentingan politik di balik perkara tersebut.
“Kita tidak ingin nama baik Polri rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Apalagi untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan yang koruptif. Apalagi untuk kepentingan melakukan makar,” ujarnya.
Denny berharap Indonesia dapat melewati proses tersebut. Ia juga menyebut mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso sebagai teladan polisi yang berintegritas dan profesional.
“Kita rindu polisi yang berintegritas dan polisi yang juga profesional sebagaimana tokoh Kapolri Hoegeng Iman Santoso yang ada di baju saya hari ini. Semoga Indonesia bisa melewati proses yang tidak mudah ini,” kata Denny.

