Isu Bersih-bersih Geng Solo Mencuat, Andi Azwan: Prabowo dan Jokowi Bestie

Jokowi Tegaskan Siap Bekerja Total untuk PSI di Rakernas

AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, membantah anggapan bahwa pergantian sejumlah pejabat di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan upaya menyingkirkan kelompok yang dikaitkan dengan Solo.

Menurut Andi, rotasi jabatan di lingkungan pemerintahan merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan kewenangan presiden dalam menentukan susunan pejabat sesuai kebutuhan.

Ia mencontohkan masa jabatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang, menurutnya, telah berlangsung sekitar lima tahun.

"Kalau kita melihat ini kan tour of duty. Kalau Pak Listyo Sigit kan sudah 5 tahun ya dan paling terlama itu di Indonesia sebagai Kapolri," ujar Andi Azwan, dikutip Fajar.co.id, Kamis (22/10/2026).

"Iya, jadi kalau menurut saya itu tour of duty untuk itu kan 5 tahun itu ya cukup lama lah ya," tambahnya.

Andi Azwan sebut rotasi pejabat hak prerogatif presiden

Andi menegaskan, penyegaran di jajaran TNI, Polri, dan kabinet merupakan bagian dari kewenangan presiden dalam mengelola pemerintahan.

Ia menilai pergantian pejabat tidak semestinya langsung ditafsirkan sebagai tindakan berdasarkan kedekatan atau ketidaksukaan terhadap kelompok tertentu.

"Kalau misalnya ada penyegaran-penyegaran dan itu kan hak prerogatif dari presiden untuk menentukan. Semua jajaran-jajarannya dari TNI, Polri, kabinet ya itu kan hak prerogatif beliau," tegasnya.

Ia juga secara khusus membantah anggapan adanya upaya membersihkan kelompok yang disebut sebagai Geng Solo dari lingkungan pemerintahan.

"Kalau beliau melakukan itu bahwa ini diperlukan suatu penyegaran-penyegaran itu sehingga beliau juga bisa melihat bahwa ini perlu, ya dilakukan untuk itu. Tapi bukan sesuatu yang bersifatnya satu like and dislike ya di sini. Jadi enggak ada bersih-bersih geng Solo dalam tanda kutip gitu, enggak ada," jelas Andi.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Andi dalam menanggapi isu rotasi pejabat. Penilaian mengenai alasan di balik pergantian jabatan tetap perlu merujuk pada keputusan resmi dan keterangan pihak terkait.

Dudung dan hubungan Prabowo-Jokowi turut disorot

Andi juga menanggapi pembicaraan mengenai perpindahan posisi sejumlah pejabat, termasuk Dudung Abdurachman. Ia menyatakan bahwa penempatan pejabat perlu dilihat berdasarkan kebutuhan pemerintahan, bukan langsung dikaitkan dengan dugaan pembersihan kelompok tertentu.

"Dan kalau kita lihat kan beliau posisinya di mana? Di KSP kan? Bukan di tempat yang lain gitu kan, di KSP beliau memang dibutuhkan juga tenaga beliau, ya, untuk membantu Presiden di KSP," kata Andi.

Ia kembali menegaskan bahwa perpindahan jabatan tidak otomatis menunjukkan adanya konflik atau upaya menyingkirkan kelompok yang dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo.

Andi juga menilai hubungan Prabowo dan Jokowi tetap baik meskipun muncul spekulasi mengenai dinamika di lingkungan pemerintahan.

"Karena biar bagaimanapun ya, itu kenyataan yang ada, Presiden Prabowo dan pak dan dengan Presiden ketujuh Pak Jokowi itu adalah suatu kita katakanlah bestie untuk itu," ujarnya.

Dengan pernyataan tersebut, Andi menepis isu pembersihan Geng Solo dan menempatkan rotasi pejabat sebagai bagian dari penyegaran pemerintahan. Namun, alasan spesifik setiap pergantian jabatan perlu dinilai berdasarkan informasi resmi mengenai keputusan dan penugasan masing-masing pejabat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Isu Bersih-bersih Geng Solo Mencuat, Andi Azwan: Prabowo dan Jokowi Bestie
  • Isu Bersih-bersih Geng Solo Mencuat, Andi Azwan: Prabowo dan Jokowi Bestie
  • Isu Bersih-bersih Geng Solo Mencuat, Andi Azwan: Prabowo dan Jokowi Bestie
  • Isu Bersih-bersih Geng Solo Mencuat, Andi Azwan: Prabowo dan Jokowi Bestie
  • Isu Bersih-bersih Geng Solo Mencuat, Andi Azwan: Prabowo dan Jokowi Bestie
  • Isu Bersih-bersih Geng Solo Mencuat, Andi Azwan: Prabowo dan Jokowi Bestie