Teddy Gusnaidi Bela Universitas Republik Indonesia: URI Disebut Cetak Pejabat dan Birokrat Berkualitas

Universitas Republik Indonesia (Ilustrasi)

AMANAH INDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, angkat bicara terkait polemik pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) yang belakangan menuai kritik dari sejumlah pihak.

Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, Teddy mempertanyakan alasan di balik penolakan terhadap pendirian universitas tersebut.

"Universitas Republik Indonesia untuk melahirkan pejabat dan birokrat yang mumpuni, kok ditentang?" tulis Teddy.

Sebut Pemerintah Berwenang Bentuk URI

Menurut Teddy, pemerintah memiliki kewenangan untuk membentuk lembaga pendidikan baru sesuai kebutuhan negara, termasuk Universitas Republik Indonesia.

Ia menegaskan URI tidak dibangun untuk menggantikan ataupun menyaingi perguruan tinggi yang telah ada, melainkan memiliki fungsi yang berbeda sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan.

"Pemerintah berwenang dan berhak membuat lembaga baru, termasuk URI ini. Tujuan URI untuk mencetak para pimpinan yang akan menjadi pejabat BUMN dan menjadi ASN. Ini lembaga pendidikan kepemimpinan bagi calon pejabat dan birokrat. Jadi tentu berbeda dengan universitas-universitas lain," ujarnya.

Dinilai Siapkan Calon Pejabat yang Kompeten

Teddy menilai selama ini masyarakat kerap mengkritik kualitas pejabat dan birokrat yang dianggap belum memiliki kapasitas memadai.

Karena itu, ia mempertanyakan alasan sebagian pihak menolak pendirian URI yang disebutnya justru bertujuan membekali calon pejabat dengan kemampuan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.

"Bukankah kalian selalu mengatakan bahwa para pejabat dan birokrat harus punya kemampuan yang mumpuni? Ketika URI dilahirkan, di mana lulusannya ketika menjadi pejabat dan birokrat sudah punya bekal yang mumpuni, bukankah itu yang kalian inginkan?" katanya.

Sindir Pihak yang Menolak

Di akhir pernyataannya, Teddy menyindir pihak-pihak yang menurutnya selalu mempermasalahkan setiap kebijakan pemerintah.

"Lalu kenapa kalian malah mempermasalahkan? Diikuti salah, tidak diikuti salah juga. Jadi maunya kalian itu apa?" tutup Teddy.

Pernyataan tersebut menambah perdebatan publik mengenai rencana pembentukan Universitas Republik Indonesia, yang sebelumnya juga memunculkan beragam tanggapan dari kalangan akademisi, pengamat pendidikan, hingga politisi terkait tujuan, konsep, dan dampaknya terhadap sistem pendidikan tinggi di Indonesia. (*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Teddy Gusnaidi Bela Universitas Republik Indonesia: URI Disebut Cetak Pejabat dan Birokrat Berkualitas
  • Teddy Gusnaidi Bela Universitas Republik Indonesia: URI Disebut Cetak Pejabat dan Birokrat Berkualitas
  • Teddy Gusnaidi Bela Universitas Republik Indonesia: URI Disebut Cetak Pejabat dan Birokrat Berkualitas
  • Teddy Gusnaidi Bela Universitas Republik Indonesia: URI Disebut Cetak Pejabat dan Birokrat Berkualitas
  • Teddy Gusnaidi Bela Universitas Republik Indonesia: URI Disebut Cetak Pejabat dan Birokrat Berkualitas
  • Teddy Gusnaidi Bela Universitas Republik Indonesia: URI Disebut Cetak Pejabat dan Birokrat Berkualitas