Nanik Sudaryati Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
![]() |
| Nanik Sudaryati Deyang |
Keputusan itu diambil karena kondisi kesehatannya yang mengharuskan ia menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Pengunduran diri tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Dirgayuza di Jakarta, Rabu.
Pilih Fokus Menjalani Pengobatan
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Nanik menjelaskan bahwa keputusan mundur semata-mata diambil agar dirinya dapat fokus menjalani pengobatan.
Ia mengungkapkan Presiden Prabowo memahami kondisinya dan menerima pengunduran diri tersebut. Meski demikian, Presiden tetap memintanya ikut mengawal jalannya Badan Gizi Nasional.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik.
Nanik juga menyebut Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN yang akan mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku berpeluang dipercaya memimpin dewan tersebut.
Tetap Berkomitmen Mengawal Program MBG
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, program tersebut murni bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik.
"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi 2029, mereka belum nyoblos. Jadi, kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima Program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," ujarnya.
Ia menambahkan, manfaat program tersebut juga dirasakan oleh petani dan peternak lokal karena mampu menyerap hasil produksi mereka.
"Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh," katanya.
Reformasi BGN Diklaim Sudah Dimulai
Dirgayuza mengatakan, selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah meletakkan fondasi reformasi kelembagaan.
Langkah yang dilakukan antara lain mengevaluasi hampir 28 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai telah jenuh, serta menemukan 414 SPPG bermasalah yang disebut berpotensi menyelamatkan ratusan miliar rupiah untuk kembali ke kas negara.
Selain itu, BGN juga membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan penyaluran Program MBG kepada kelompok yang paling membutuhkan, serta melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Struktur Organisasi BGN Diperkuat
Sebelumnya, Pelaksana Harian Kepala BGN Agustina Arumsari memperkenalkan lima pejabat eselon I yang baru diangkat untuk memperkuat tata kelola lembaga.
"Kemarin sore kami menerima keputusan yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto mengenai pengangkatan para deputi di lingkungan BGN. Tentu kami sangat senang karena BGN membutuhkan tim yang kuat untuk bersama-sama memperbaiki kelembagaan BGN sekaligus menyempurnakan Program MBG," kata Agustina.
Menurutnya, kehadiran para pejabat baru tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola BGN sehingga pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. (*)

