Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books

Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books

AMANAH INDONESIA, JAKARTA — Delapan buku Puisi Esai karya Denny JA resmi hadir dalam edisi bahasa Inggris dan kini dapat diakses oleh pembaca global melalui Google Books.

Penerbit CBI menyebut penerbitan tersebut sebagai langkah memperluas jangkauan sastra Indonesia ke tingkat internasional sekaligus memperkenalkan berbagai pengalaman sejarah dan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat dunia.

Menurut CBI, seri Puisi Esai tidak hanya mengangkat sejarah Indonesia, tetapi juga berbagai tragedi kemanusiaan dunia, seperti Holocaust, bom atom Hiroshima, Revolusi Prancis, Revolusi Rusia, hingga krisis lingkungan pada era modern.

Menggabungkan Fakta Sejarah dan Sastra

Penerbit menjelaskan, Puisi Esai merupakan genre sastra yang diperkenalkan Denny JA sejak 2012 dengan pendekatan yang memadukan fakta sejarah, dramatika sastra, dan refleksi sosial.

Melalui genre tersebut, berbagai peristiwa sejarah dihadirkan dari sudut pandang tokoh-tokoh yang mengalami langsung tragedi kemanusiaan.

Setiap karya dilengkapi riset dan catatan kaki sebagai landasan faktual, namun disampaikan melalui narasi sastra yang menitikberatkan pada pengalaman manusia.

Menurut CBI, pendekatan tersebut bertujuan membangkitkan empati terhadap para korban sejarah yang selama ini lebih sering dikenang sebagai angka dalam catatan sejarah.

Lanjutan Pengakuan Internasional

Penerbitan edisi bahasa Inggris ini disebut menjadi kelanjutan dari pengakuan internasional terhadap genre Puisi Esai setelah Denny JA menerima BRICS Award for Literary Innovation.

CBI juga mengungkapkan bahwa proyek penerjemahan tersebut direncanakan akan berkembang ke 35 bahasa di lima benua sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sastra Indonesia kepada masyarakat dunia.

Delapan Judul yang Telah Terbit

Delapan buku Puisi Esai yang telah tersedia dalam bahasa Inggris meliputi:

In the Name of Love, terjemahan dari Atas Nama Cinta.
The Remnants of the Independence Era, terjemahan dari Yang Tercecer di Era Kemerdekaan.
Those Who First Cried Freedom, terjemahan dari Mereka yang Mulai Teriak Merdeka.
Those Cast Out in the 1960s, terjemahan dari Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an.
Shivering in History's Current, terjemahan dari Yang Menggigil dalam Arus Sejarah.
Under the Shadow of Disaster, terjemahan dari Atas Nama Bencana.

Menurut penerbit, keseluruhan buku tersebut membentuk rangkaian narasi yang saling terhubung, mulai dari kisah personal, sejarah bangsa, tragedi kemanusiaan dunia, hingga isu krisis ekologi.

Denny JA: Cerita Menghidupkan Ingatan

Denny JA mengatakan sastra memiliki kekuatan menghadirkan sisi kemanusiaan yang tidak selalu dapat dijelaskan melalui data atau statistik.

"Statistik memberi kita pengetahuan, tetapi cerita memberi kita ingatan. Ketika saya membaca ribuan korban dalam arsip, saya memahami sejarah. Ketika saya menuliskan seorang ayah yang berjalan tanpa alas kaki mencari keluarganya, saya ikut menjadi saksi," ujar Denny JA.

Melalui penerbitan edisi bahasa Inggris tersebut, CBI berharap Puisi Esai dapat menjadi bagian dari percakapan global mengenai sejarah, kemanusiaan, serta pentingnya menjaga ingatan kolektif terhadap berbagai tragedi yang pernah terjadi. (*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books
  • Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books
  • Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books
  • Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books
  • Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books
  • Buku Puisi Esai Denny JA Hadir di Google Books