Rupiah Tertekan ke Level Rp18.107 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda Global

ILUSTRASI. Rupiah dan dollar

AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Awal pekan ini membawa tekanan baru bagi pergerakan mata uang Garuda. Pada transaksi Senin pagi, nilai tukar rupiah terpantau melemah 71 poin atau sekitar 0,39 persen, membuat posisinya terlempar ke level Rp18.107 per dolar AS jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di angka Rp18.036 per dolar AS.

Koreksi tajam ini merefleksikan respons instan pasar keuangan terhadap kombinasi dua sentimen berat: memanasnya kembali tensi geopolitik global di Timur Tengah serta rilis data ekonomi domestik Amerika Serikat yang di luar dugaan tampil sangat perkasa.

Efek Domino Rudal di Timur Tengah dan Harga Minyak

Faktor utama yang memicu rincian koreksi rupiah hari ini bersumber dari eskalasi militer terbaru di Timur Tengah. Ketegangan memuncak setelah Iran dilaporkan meluncurkan rentetan rudal ke wilayah Israel utara pada Minggu malam, sebagai aksi balasan atas serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut, Lebanon, yang menyasar basis kelompok Hizbullah beberapa waktu lalu.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, konflik terbuka di wilayah tersebut selalu membawa dampak ekonomi turunan yang merugikan. Eskalasi militer seketika mengerek naik harga minyak mentah dunia karena kekhawatiran gangguan pasokan logistik global. Kenaikan harga minyak ini secara otomatis menekan neraca perdagangan dan memperbesar beban subsidi energi domestik, sebuah situasi yang langsung direspons negatif oleh para pelaku pasar dengan melepas aset rupiah.

Berkah Piala Dunia bagi Sektor Tenaga Kerja AS

Di luar isu geopolitik, ketangguhan dolar AS juga mendapat suntikan tenaga dari dalam negerinya sendiri. Laporan serapan tenaga kerja AS sektor non-pertanian (Non-Farm Payrolls/NFP) baru-baru ini menunjukkan hasil yang jauh lebih tinggi daripada ekspektasi para analis.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyoroti bahwa lonjakan penyerapan tenaga kerja ini sangat dipengaruhi oleh persiapan masif menyambut gelombang turnamen Piala Dunia. Sektor rekreasi dan perhotelan di AS menyerap hingga 70 ribu pekerja baru, disusul oleh penambahan 55 ribu lapangan kerja di sektor pemerintahan. data yang solid ini memberikan pembenaran bagi Bank Sentral AS untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Melihat kuatnya tekanan ganda ini, pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini diproyeksikan akan terus diuji dan bergerak fluktuatif di rentang psikologis antara Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Rupiah Tertekan ke Level Rp18.107 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda Global
  • Rupiah Tertekan ke Level Rp18.107 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda Global
  • Rupiah Tertekan ke Level Rp18.107 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda Global
  • Rupiah Tertekan ke Level Rp18.107 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda Global
  • Rupiah Tertekan ke Level Rp18.107 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda Global
  • Rupiah Tertekan ke Level Rp18.107 per Dolar AS Akibat Sentimen Ganda Global