Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah dalam Politik, Nilai Jadi Pilar Penjaga Stabilitas Bangsa

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menilai Nahdlatul Ulama memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik dan kebangsaan Indonesia. Dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Bangkalan, ia bahkan menyebut NU selalu hadir di berbagai kekuatan politik dan berperan sebagai penstabil bangsa pada masa-masa penting.

Di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah, ada satu organisasi yang dinilai tetap memiliki pengaruh kuat lintas generasi dan lintas pemerintahan.

Organisasi itu adalah Nahdlatul Ulama (NU). Tidak hanya besar dari sisi jumlah anggota, NU juga dinilai memiliki kemampuan menjaga keseimbangan sosial, politik, dan kebangsaan dalam berbagai periode perjalanan Indonesia.

Pandangan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa.

NU Dinilai Hadir di Berbagai Kekuatan Politik

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti besarnya keterlibatan kader dan tokoh NU dalam kehidupan politik nasional.

Menurutnya, pengaruh NU tidak hanya terlihat di tingkat organisasi keagamaan, tetapi juga menyebar ke berbagai partai politik dan lembaga negara.

Bahkan, Presiden menyinggung banyaknya tokoh berlatar belakang NU yang kini mengisi posisi strategis dalam Kabinet Merah Putih.

"NU memang hebat. Selalu berada di mana-mana. Semua partai NU hadir. Jadi, NU nggak pernah kalah," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana NU tetap memiliki ruang dan pengaruh di tengah beragam spektrum politik nasional.

Politik NU Dinilai Lahir dari Pengalaman Panjang

Prabowo menilai salah satu kekuatan utama NU terletak pada kematangan politik yang dibangun melalui pengalaman sejarah yang panjang.

Menurutnya, organisasi yang lahir dari tradisi pesantren itu memiliki kemampuan membaca dinamika bangsa sekaligus menjaga keseimbangan dalam kehidupan bernegara.

Karena itu, Presiden bahkan menyebut banyak pelajaran politik yang dapat dipetik dari perjalanan NU.

"Kalau belajar politik sebetulnya harus dari NU," katanya.

Pernyataan tersebut tidak hanya merujuk pada politik elektoral, tetapi juga kemampuan membangun konsensus, menjaga persatuan, dan merawat keberagaman di tengah masyarakat.

Kedekatan Prabowo dengan Lingkungan Nahdliyin

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga berbagi cerita mengenai kedekatannya dengan keluarga besar NU yang telah terjalin sejak lama.

Ia mengingat masa kecilnya yang bertetangga dengan keluarga Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah NU.

Selain hubungan personal tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa keluarganya juga memiliki keterkaitan dengan lingkungan Nahdlatul Ulama.

Cerita itu menjadi bagian dari penjelasan mengenai kedekatan emosional yang selama ini dirasakannya dengan komunitas Nahdliyin.

Peran NU dalam Menjaga Bangsa

Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa NU memiliki kontribusi penting dalam berbagai fase perjalanan bangsa, termasuk ketika Indonesia menghadapi tantangan besar.

Menurutnya, organisasi yang didirikan para ulama dan kiai itu kerap hadir sebagai kekuatan yang membantu menjaga stabilitas nasional.

"Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit," ujarnya.

Pandangan tersebut memperlihatkan posisi NU yang tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam menjaga kohesi sosial dan kebangsaan.

Penutupan Munas Jadi Momentum Konsolidasi

Kehadiran Presiden dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 menjadi salah satu agenda penting yang mempertemukan pemerintah dengan jajaran pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Acara yang berlangsung di Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, serta kepala daerah.

Munas dan Konbes NU sendiri menjadi forum strategis untuk merumuskan pandangan organisasi terhadap berbagai isu keagamaan, sosial, dan kebangsaan yang berkembang.

Di tengah perubahan politik dan tantangan global yang terus bergerak, peran organisasi kemasyarakatan seperti NU diperkirakan akan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional. 

Bagi pemerintah, hubungan yang harmonis dengan kekuatan sosial berbasis masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk menjaga persatuan dan keberlanjutan pembangunan. (*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah dalam Politik, Nilai Jadi Pilar Penjaga Stabilitas Bangsa
  • Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah dalam Politik, Nilai Jadi Pilar Penjaga Stabilitas Bangsa
  • Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah dalam Politik, Nilai Jadi Pilar Penjaga Stabilitas Bangsa
  • Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah dalam Politik, Nilai Jadi Pilar Penjaga Stabilitas Bangsa
  • Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah dalam Politik, Nilai Jadi Pilar Penjaga Stabilitas Bangsa
  • Prabowo Sebut NU Tak Pernah Kalah dalam Politik, Nilai Jadi Pilar Penjaga Stabilitas Bangsa