Nanik Deyang Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG dan Tuduhan Jadi Informan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang
 

AMANAH INDONESIA, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun berperan sebagai informan yang membocorkan dugaan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Pernyataan itu disampaikan Nanik saat menjadi narasumber dalam sebuah wawancara yang ditayangkan melalui kanal YouTube Total Politik dan dikutip pada Minggu (14/6/2026).

Mantan jurnalis senior tersebut menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan maupun operasional program yang saat ini menjadi sorotan publik.

"Kalau diajak korupsi saya pasti tidak mau. Saya sudah 14 tahun bersama Pak Prabowo. Kalau tidak punya uang, saya bisa minta sama beliau. Saya juga dari lahir hidup berkecukupan," ujar Nanik.

Bantah Terlibat Penentuan Titik SPPG

Nanik menjelaskan dirinya tidak memiliki kewenangan terkait penentuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pengoperasian dapur program MBG.

Menurutnya, urusan tersebut berada dalam ranah teknis dan operasional yang ditangani pihak lain.

"Saya tidak mengerti urusan titik-titik dapur itu. Itu bukan bagian tugas saya. Operasional terkait hal tersebut ditangani oleh pihak yang memang memiliki kewenangan," katanya.

Tepis Tuduhan Menjadi Informan

Nama Nanik belakangan ramai diperbincangkan setelah beredar surat ucapan terima kasih dari mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, yang kemudian ditafsirkan sebagian pihak sebagai petunjuk adanya peran Nanik dalam mengungkap dugaan penyimpangan program MBG.

Menanggapi hal tersebut, Nanik menilai tuduhan tersebut tidak berdasar.

Ia mengatakan berbagai informasi terkait dugaan penyimpangan program MBG sudah lebih dahulu beredar luas di media sosial sebelum muncul proses hukum yang sedang berjalan.

"Kalau sesuatu sudah viral dan diketahui publik, bagaimana bisa disebut sebagai informasi rahasia yang dibocorkan? Apa yang sekarang diperiksa aparat penegak hukum sudah lebih dulu ramai dibahas di media sosial," ujarnya.

Bantah Pernah Melapor Langsung ke Presiden

Nanik juga membantah isu yang menyebut dirinya pernah melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam program MBG.

Menurut dia, sejak diangkat menjadi pejabat di lingkungan BGN, dirinya bahkan belum pernah bertemu secara langsung dengan Presiden untuk membahas persoalan tersebut.

"Silakan ditanyakan kepada pihak Sekretariat Presiden. Sejak saya diangkat, saya belum pernah bertemu lagi dengan Pak Prabowo," tegasnya.

Dugaan Kasus MBG Masih Berproses

Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih melakukan pendalaman terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk dugaan manipulasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan tata kelola operasional SPPG.

Proses penyelidikan dan perhitungan potensi kerugian negara masih terus berlangsung untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.

Nanik berharap publik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Nanik Deyang Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG dan Tuduhan Jadi Informan
  • Nanik Deyang Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG dan Tuduhan Jadi Informan
  • Nanik Deyang Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG dan Tuduhan Jadi Informan
  • Nanik Deyang Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG dan Tuduhan Jadi Informan
  • Nanik Deyang Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG dan Tuduhan Jadi Informan
  • Nanik Deyang Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG dan Tuduhan Jadi Informan