Mbappe Kembali Jadi Pembeda, Prancis Akhiri Perlawanan Sengit Senegal di Piala Dunia 2026

Bomber Prancis Kylian Mbappe merayakan bersama rekan satu timnya setelah mencetak gol ke gawang Senegal. Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU.
AMANAH INDONESIA -- Selama lebih dari satu jam, Prancis terlihat seperti tim yang kehilangan jawaban. Senegal bertahan disiplin, berani menyerang balik, dan beberapa kali membuat lini belakang Les Bleus berada dalam tekanan.

Namun ketika pertandingan mulai memasuki fase krusial, Prancis memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak tim lain di dunia: Kylian Mbappe.

Dua gol sang kapten menjadi pembeda yang membawa Prancis menaklukkan Senegal 3-1 pada laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Selasa (16/6/2026) waktu setempat.

Kemenangan ini langsung menempatkan Les Bleus di puncak klasemen sementara grup sekaligus mengirim pesan bahwa mereka kembali serius memburu trofi juara dunia.

Senegal Membuat Prancis Tidak Nyaman

Meski datang dengan status unggulan, Prancis tidak pernah benar-benar menguasai pertandingan secara mutlak.

Senegal justru tampil percaya diri sejak awal. Organisasi pertahanan yang rapat dipadukan dengan serangan balik cepat membuat tim asuhan Didier Deschamps kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang terbaik babak pertama bahkan lahir dari kubu Senegal.

Nicolas Jackson sempat membuat pendukung Prancis terdiam ketika tembakannya menghantam mistar gawang. Tidak lama berselang, Ismaila Sarr kembali mengancam lewat pergerakan cepat yang memaksa pertahanan Les Bleus bekerja keras.

Sementara itu, Prancis terlihat frustrasi. Kreativitas yang biasanya mengalir melalui lini tengah beberapa kali terputus sebelum mencapai area berbahaya.

Skor tanpa gol hingga turun minum menjadi gambaran bagaimana Senegal berhasil menjalankan rencana permainan mereka hampir sempurna.

Ketika Mbappe Mengubah Jalannya Laga

Situasi berubah setelah jeda.

Prancis meningkatkan intensitas serangan dan mulai memaksa Senegal bermain lebih dalam. Tekanan demi tekanan akhirnya membuka ruang yang selama satu jam lebih nyaris tidak tersedia.

Pada menit ke-66, Mbappe mengambil alih panggung.

Lewat penyelesaian khasnya yang cepat dan presisi, penyerang berusia 27 tahun itu menjebol gawang Edouard Mendy sekaligus memecah kebuntuan yang membuat Prancis frustrasi sepanjang pertandingan.

Gol tersebut tidak hanya mengubah skor.

Ia juga mengubah psikologi pertandingan.

Prancis menjadi lebih tenang. Senegal mulai kehilangan ritme yang sebelumnya mampu mereka jaga dengan baik.

Momen yang Mengubah Segalanya

Senegal sebenarnya sempat memiliki kesempatan untuk mengembalikan keadaan.

Nicolas Jackson berhasil mencetak gol beberapa menit setelah Prancis unggul. Namun harapan itu pupus setelah VAR memastikan posisi offside.

Keputusan tersebut menjadi titik balik yang sulit dipulihkan Senegal.

Ketika mereka masih berusaha mencari momentum baru, Bradley Barcola justru memperbesar keunggulan Prancis menjadi 2-0 setelah menerima umpan Adrien Rabiot.

Gol itu membuat Senegal dipaksa mengambil risiko lebih besar di sisa pertandingan.

Drama Belum Selesai

Pertandingan seolah memasuki babak baru ketika Ibrahim Mbaye memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada masa tambahan waktu.

Gol tersebut sempat membangkitkan harapan Senegal untuk mencuri hasil imbang yang terasa mustahil beberapa menit sebelumnya.

Namun sekali lagi, Mbappe muncul pada saat yang paling menentukan.

Kurang dari semenit setelah gol Mbaye, penyerang Real Madrid itu kembali menjebol gawang Senegal dan memastikan kemenangan Prancis dengan skor 3-1.

Gol kedua tersebut sekaligus menutup peluang kebangkitan Senegal dan mengukuhkan Mbappe sebagai pemain paling berpengaruh dalam pertandingan.

Kemenangan yang Lebih Sulit dari yang Terlihat

Skor akhir mungkin menunjukkan kemenangan meyakinkan bagi Prancis. Namun jalannya pertandingan bercerita hal berbeda.

Selama sebagian besar laga, Senegal mampu membuat salah satu favorit juara dunia itu bekerja jauh lebih keras dari perkiraan banyak orang.

Bagi Prancis, tiga poin menjadi modal ideal untuk memulai turnamen. Tetapi laga ini juga memberi peringatan bahwa jalan menuju gelar juara tidak akan selalu mulus.

Sementara bagi Senegal, kekalahan ini menyisakan optimisme. Cara mereka menghadapi Prancis menunjukkan bahwa Lion Teranga masih memiliki peluang besar bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.

Dan bagi dunia sepak bola, pertandingan ini kembali mengingatkan satu hal: ketika Prancis menemui jalan buntu, mereka masih memiliki Mbappe untuk membuka pintu kemenangan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Mbappe Kembali Jadi Pembeda, Prancis Akhiri Perlawanan Sengit Senegal di Piala Dunia 2026
  • Mbappe Kembali Jadi Pembeda, Prancis Akhiri Perlawanan Sengit Senegal di Piala Dunia 2026
  • Mbappe Kembali Jadi Pembeda, Prancis Akhiri Perlawanan Sengit Senegal di Piala Dunia 2026
  • Mbappe Kembali Jadi Pembeda, Prancis Akhiri Perlawanan Sengit Senegal di Piala Dunia 2026
  • Mbappe Kembali Jadi Pembeda, Prancis Akhiri Perlawanan Sengit Senegal di Piala Dunia 2026
  • Mbappe Kembali Jadi Pembeda, Prancis Akhiri Perlawanan Sengit Senegal di Piala Dunia 2026