BMKG Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Tidak Picu Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Pascagempa


ILUSTRASI. Gempa
AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan sejumlah daerah di Sulawesi memicu kekhawatiran masyarakat, termasuk munculnya informasi yang belum terverifikasi di media sosial. 

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan meminta warga hanya mengacu pada informasi resmi guna menghindari kepanikan.

Kepastian Informasi Jadi Kebutuhan Mendesak Setelah Gempa Besar

Setiap gempa bumi berkekuatan besar tidak hanya memunculkan guncangan fisik, tetapi juga gelombang kekhawatiran di tengah masyarakat. Kondisi itu terlihat setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026), ketika berbagai informasi dan video mulai beredar luas di media sosial.

Di tengah situasi tersebut, kepastian mengenai potensi tsunami menjadi informasi yang paling ditunggu warga, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa yang terjadi tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Apa yang Terjadi?

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah dengan pusat gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.

Berdasarkan data BMKG, episentrum gempa berada pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Kedalaman yang relatif dangkal menyebabkan guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah Sulawesi.

BMKG mengidentifikasi gempa tersebut sebagai gempa tektonik dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di Sulawesi Tengah.

Pengamat BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Hendrik, menegaskan bahwa pusat gempa berada di daratan sehingga tidak memenuhi karakteristik yang umumnya memicu tsunami.

"Tidak ada potensi tsunami karena pusat gempa berada di darat," kata Hendrik.

Mengapa Gempa Ini Tidak Berpotensi Tsunami?

Salah satu pertanyaan yang paling banyak muncul setelah gempa besar adalah kemungkinan terjadinya tsunami.

BMKG menjelaskan bahwa mekanisme sumber gempa menunjukkan karakteristik pergerakan turun atau normal fault. Pola tersebut tidak menyebabkan deformasi dasar laut yang signifikan sebagaimana yang umumnya terjadi pada gempa pemicu tsunami.

Selain itu, lokasi sumber gempa yang berada di daratan menjadi faktor utama yang membuat ancaman gelombang tsunami tidak muncul dalam hasil pemodelan yang dilakukan BMKG.

Penjelasan ini penting karena masyarakat di Sulawesi memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana gempa dan tsunami, sehingga kewaspadaan sering kali meningkat setiap kali terjadi guncangan besar.

Mengapa BMKG Membantah Isu Air Laut Surut?

Tidak lama setelah gempa terjadi, sejumlah video beredar di media sosial yang mengklaim air laut di kawasan Teluk Palu mengalami penyusutan secara tidak biasa.

Informasi tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat karena surutnya air laut sering dikaitkan dengan tanda awal tsunami.

BMKG menegaskan bahwa klaim tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ancaman tsunami.

Karena hasil analisis menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum diverifikasi.

"Masyarakat jangan panik dan tidak terjebak isu yang tidak bertanggung jawab," ujar Hendrik.

Seberapa Luas Getaran Dirasakan?

Dampak gempa tidak hanya dirasakan di wilayah sekitar pusat gempa.

Di Kota Palu, intensitas guncangan mencapai skala VI–VII MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh seluruh penduduk dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan yang tidak kokoh.

Sementara itu, Kabupaten Sigi mengalami guncangan pada skala V–VI MMI.

Getaran juga dirasakan di sejumlah daerah lain seperti Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu dengan intensitas III MMI.

Wilayah Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, serta Luwu Utara turut merasakan getaran pada skala II–III MMI.

Luasnya wilayah yang terdampak menunjukkan besarnya energi gempa yang dilepaskan meskipun pusat gempa berada di Sulawesi Tengah.

Selain kepanikan sesaat, gempa berkekuatan besar dapat menimbulkan risiko kerusakan pada bangunan yang tidak memenuhi standar ketahanan gempa.

Karena itu, masyarakat diminta memeriksa kondisi rumah dan bangunan sebelum kembali beraktivitas normal.

Warga juga diimbau menghindari bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan akibat guncangan hingga dipastikan aman oleh pihak berwenang.

Di sisi lain, penyebaran informasi yang tidak akurat juga dapat menjadi ancaman tersendiri karena berpotensi memicu kepanikan yang tidak perlu.

BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik pascagempa untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan tanpa harus panik serta terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

Langkah mitigasi yang tepat dan akses terhadap informasi yang akurat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko setelah terjadinya gempa bumi.

Gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu kembali mengingatkan bahwa Sulawesi merupakan salah satu kawasan paling aktif secara tektonik di Indonesia. Namun di tengah meningkatnya kewaspadaan, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan baru berupa derasnya arus informasi yang belum tentu benar. 

Karena itu, selain kesiapan menghadapi bencana, kemampuan memilah informasi resmi menjadi bagian penting dari upaya melindungi diri dan keluarga ketika situasi darurat terjadi.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • BMKG Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Tidak Picu Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Pascagempa
  • BMKG Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Tidak Picu Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Pascagempa
  • BMKG Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Tidak Picu Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Pascagempa
  • BMKG Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Tidak Picu Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Pascagempa
  • BMKG Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Tidak Picu Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Pascagempa
  • BMKG Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Palu Tidak Picu Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Pascagempa