Belgia Ditahan Mesir 1-1, Lukaku Selamatkan The Red Devils dari Kekalahan
![]() |
| Penyerang sayap Timnas Belgia Jeremy Doku. (FIFA.com) |
AMANAH INDONESIA -- Timnas Belgia gagal mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan imbang Mesir 1-1 pada laga pembuka Grup G di Seattle Stadium, Selasa dini hari WIB.
Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan di Grup G tidak akan mudah bagi The Red Devils. Sementara bagi Mesir, satu poin dari laga melawan salah satu unggulan Eropa menjadi bukti bahwa mereka layak diperhitungkan dalam perebutan tiket ke babak gugur.
Belgia tampil dominan dalam penguasaan bola sejak awal pertandingan. Namun efektivitas serangan dan disiplin pertahanan Mesir membuat tim asuhan Domenico Tedesco kesulitan mengonversi dominasi menjadi gol.
Mesir Hukum Kelengahan Belgia
Belgia langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit-menit awal melalui kreasi Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku.
Peluang pertama lahir pada menit ketujuh ketika De Bruyne melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun bola masih melenceng tipis dari sasaran.
Ketika Belgia terlihat menguasai jalannya pertandingan, Mesir justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu.
Pada menit ke-19, Mohamed Salah menunjukkan kualitasnya dengan mengirimkan umpan matang kepada Emam Ashour. Gelandang Mesir itu kemudian melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan Thibaut Courtois.
Gol tersebut membuat Mesir semakin percaya diri, sementara Belgia mulai kesulitan menembus pertahanan rapat lawannya.
Courtois Jaga Asa Belgia
Tertinggal satu gol membuat Belgia meningkatkan intensitas serangan. Namun Mesir justru beberapa kali menciptakan ancaman berbahaya melalui serangan balik cepat.
Mostafa Zico hampir menggandakan keunggulan Mesir setelah menerima umpan dari Salah. Beruntung bagi Belgia, Courtois tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting.
Hingga babak pertama berakhir, Belgia gagal menciptakan peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang Mostafa Shobeir.
Skor 1-0 untuk keunggulan Mesir bertahan hingga turun minum.
Lukaku Ubah Wajah Serangan Belgia
Memasuki babak kedua, Belgia mencoba meningkatkan variasi serangan. Namun pertahanan Mesir masih tampil disiplin dan sulit ditembus.
Momentum perubahan akhirnya datang ketika Romelu Lukaku dimasukkan dari bangku cadangan.
Kehadiran penyerang berpengalaman itu langsung memberikan tekanan berbeda bagi lini belakang Mesir, terutama dalam duel udara dan permainan fisik di area kotak penalti.
Pengaruh Lukaku mulai terasa pada menit ke-66.
Umpan silang Thomas Meunier ke kotak penalti berusaha diamankan Mohamed Hany. Namun tekanan yang diberikan Lukaku membuat bek Mesir itu salah mengantisipasi bola hingga masuk ke gawangnya sendiri.
Gol bunuh diri tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1.
Belgia Gagal Manfaatkan Momentum
Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Belgia terus menekan demi mencari gol kemenangan.
Brandon Mechele sempat mendapatkan peluang melalui sundulan, namun berhasil diamankan Mostafa Shobeir.
Lukaku juga memperoleh kesempatan emas pada penghujung laga, tetapi gagal memaksimalkannya menjadi gol.
Mesir bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan dan berhasil mengamankan satu poin penting dari pertandingan pertama mereka.
Persaingan Grup G Semakin Terbuka
Hasil imbang ini membuat Belgia kehilangan kesempatan meraih tiga poin yang sangat berharga di laga pembuka.
The Red Devils kini dituntut tampil lebih efektif pada pertandingan berikutnya jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Di sisi lain, Mesir mendapatkan suntikan moral besar. Kemampuan menahan Belgia menunjukkan bahwa tim asal Afrika Utara tersebut bukan sekadar pelengkap di Grup G.
Dalam turnamen seketat Piala Dunia, satu poin bisa menjadi pembeda antara lolos ke babak berikutnya atau tersingkir lebih awal. Karena itu, hasil di Seattle Stadium berpotensi menjadi salah satu momen penting yang menentukan arah persaingan Grup G pada fase grup Piala Dunia 2026. (*)

