Argentina vs Austria: Ketika Lionel Messi Kembali Membawa Harapan Albiceleste
![]() | |
| Kapten Argentina Lionel Messi saat memamerkan trofi Piala Dunia 2022. Foto: Twitter/FIFAWorldCup |
Ada satu pemandangan yang kembali akrab di Piala Dunia 2026. Lionel Messi berdiri di tengah lapangan dengan senyum lepas, sementara para pemain Argentina mengerubunginya setelah kemenangan meyakinkan atas Aljazair.
Tiga gol yang dicetak Messi pada laga pembuka membuat Argentina memulai turnamen dengan sempurna. Namun bagi pelatih Lionel Scaloni, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.
Austria menunggu di pertandingan kedua Grup J.
Laga yang akan berlangsung di Dallas Stadium, Senin (22/6), bukan sekadar perebutan tiga poin. Hasil pertandingan ini bisa menentukan siapa yang paling dekat mengamankan tiket ke babak gugur.
Messi Masih Jadi Pembeda
Pada usia yang sudah memasuki dekade keempat sebagai pesepak bola profesional, Messi masih menjadi pemain yang mampu mengubah arah pertandingan hanya dalam beberapa sentuhan.
Hattrick ke gawang Aljazair memperlihatkan bahwa kualitas penyelesaian akhirnya belum banyak berubah. Ketika lawan lengah, Messi tetap memiliki kemampuan menemukan ruang yang tidak terlihat oleh pemain lain.
Namun Argentina saat ini bukan lagi tim yang sepenuhnya bergantung kepada sang kapten.
Di belakang Messi, terdapat lini tengah yang bekerja tanpa lelah. Rodrigo De Paul menjaga intensitas permainan, Alexis Mac Allister mengatur ritme, sementara Enzo Fernandez menjadi penghubung antar lini.
Sistem inilah yang membuat Messi tetap bisa bermain efektif meski tidak lagi harus berlari ke seluruh penjuru lapangan seperti pada masa mudanya.
Austria Datang dengan Karakter Berbeda
Jika Aljazair memberi ruang bagi Argentina untuk berkembang, Austria kemungkinan menawarkan tantangan yang jauh berbeda.
Tim asuhan Ralf Rangnick dikenal agresif dalam menekan lawan. Mereka berusaha merebut bola secepat mungkin dan memaksa lawan melakukan kesalahan di area sendiri.
Pendekatan tersebut membuat Austria menjadi salah satu tim Eropa yang paling tidak nyaman untuk dihadapi.
Masalahnya, Argentina memiliki pengalaman panjang menghadapi tekanan semacam itu.
Dalam beberapa turnamen besar terakhir, Albiceleste justru sering terlihat lebih berbahaya ketika lawan bermain terbuka dan mencoba mengambil inisiatif menyerang.
Laga yang Bisa Menentukan Arah Grup
Kemenangan akan membuat Argentina berada dalam posisi sangat nyaman untuk lolos ke fase berikutnya.
Sebaliknya, Austria membutuhkan hasil positif agar tidak menghadapi tekanan besar pada pertandingan terakhir grup.
Situasi itu berpotensi membuat pertandingan berjalan terbuka sejak menit awal.
Austria akan mencoba mengganggu ritme permainan Argentina. Sementara Argentina kemungkinan lebih sabar, menunggu celah untuk melancarkan serangan cepat yang dipimpin Messi dan para pemain depan mereka.
Lebih dari Sekadar Messi
Publik mungkin kembali menunggu keajaiban dari kaki kiri Lionel Messi. Itu wajar. Selama hampir dua dekade, ia selalu menjadi pusat perhatian setiap kali Argentina bermain.
Namun kekuatan terbesar Argentina saat ini justru terletak pada kemampuan mereka bermain sebagai satu kesatuan.
Messi tetap menjadi wajah utama Albiceleste. Tetapi di balik sorotan itu, ada mesin kolektif yang membuat juara dunia tersebut tetap menjadi salah satu kandidat terkuat di Piala Dunia 2026.
Jika Austria gagal memecahkan formula tersebut, Argentina berpeluang melangkah lebih jauh dengan modal yang semakin besar. Dan seperti yang sudah sering terjadi, Messi mungkin kembali menjadi pemain yang menuliskan akhir cerita. (*)

