Henry Doumbia Ngaku Jadi Korban Rasisme, Marc Klok Dilaporkan ke PSSI

Persib Kembali ke Puncak, Marc Klok Minta Tim Tak Cepat Puas

AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Di tengah euforia comeback dramatis Persib Bandung atas Bhayangkara Presisi Lampung FC, muncul insiden lain yang justru memicu perhatian lebih besar di luar lapangan.

Video adu mulut antara Marc Klok dan Wahyu Subo Seto viral di media sosial setelah pertandingan pekan ke-30 Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung. 

Di balik video tersebut, Bhayangkara FC kini mengambil langkah serius dengan melaporkan Klok ke Komite Disiplin PSSI terkait dugaan rasisme terhadap striker mereka, Henry Doumbia.

Video Lorong Pemain Jadi Sorotan

Insiden yang ramai diperbincangkan terjadi saat jeda babak pertama.

Dalam video yang beredar luas, terlihat perdebatan panas antara Marc Klok dan Wahyu Subo Seto di lorong menuju ruang ganti pemain. Situasi itu sempat memicu spekulasi publik karena terjadi di tengah tensi pertandingan yang sudah panas sejak awal laga.

Belakangan, Bhayangkara FC menjelaskan bahwa konfrontasi tersebut berkaitan dengan laporan Henry Doumbia yang mengaku menerima ucapan bernada rasis dari Klok saat pertandingan berlangsung.

Menurut pernyataan resmi klub, Wahyu sebagai kapten tim langsung mendatangi Klok untuk meminta klarifikasi setelah menerima laporan dari rekannya.

Bhayangkara Resmi Lapor ke Komdis PSSI

Usai pertandingan selesai, manajemen Bhayangkara FC menyatakan langsung membawa persoalan tersebut ke Match Commissioner dan PSSI.

Klub berjuluk The Guardians itu menegaskan bahwa segala bentuk rasisme tidak dapat diterima, baik di dalam maupun di luar sepak bola profesional.

Laporan resmi tersebut membuat kasus ini berpotensi menjadi perhatian serius Komite Disiplin PSSI, mengingat isu rasisme termasuk pelanggaran berat dalam dunia sepak bola.

Persib dan Marc Klok Masih Bungkam

Hingga Sabtu siang, pihak Persib Bandung maupun Marc Klok belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.

Situasi ini membuat spekulasi di media sosial terus berkembang, terutama setelah video perdebatan di lorong pemain menyebar luas dan memicu perdebatan di kalangan suporter.

Sebagian publik meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi, sementara lainnya mendesak adanya tindakan tegas jika dugaan tersebut terbukti.

Kasus Ini Bisa Berdampak Lebih Besar

Di sepak bola modern, isu rasisme bukan lagi dianggap sekadar konflik biasa antar pemain.

Banyak federasi dan operator liga mulai menerapkan hukuman berat terhadap tindakan diskriminatif karena dinilai merusak semangat sportivitas dan citra kompetisi.

Karena itu, penanganan kasus ini diperkirakan tidak hanya berdampak pada aspek disiplin pertandingan, tetapi juga menyangkut komitmen sepak bola Indonesia terhadap kampanye antirasisme yang selama ini terus digaungkan.

Di tengah persaingan gelar dan panasnya kompetisi, insiden seperti ini menunjukkan bahwa sorotan publik kini bukan hanya tertuju pada hasil akhir pertandingan, tetapi juga pada bagaimana nilai sportivitas dijaga di dalam lapangan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Henry Doumbia Ngaku Jadi Korban Rasisme, Marc Klok Dilaporkan ke PSSI
  • Henry Doumbia Ngaku Jadi Korban Rasisme, Marc Klok Dilaporkan ke PSSI
  • Henry Doumbia Ngaku Jadi Korban Rasisme, Marc Klok Dilaporkan ke PSSI
  • Henry Doumbia Ngaku Jadi Korban Rasisme, Marc Klok Dilaporkan ke PSSI
  • Henry Doumbia Ngaku Jadi Korban Rasisme, Marc Klok Dilaporkan ke PSSI
  • Henry Doumbia Ngaku Jadi Korban Rasisme, Marc Klok Dilaporkan ke PSSI