Denny JA: Macron dan Prabowo Tunjukkan Arah Baru Diplomasi di Tengah Rivalitas Global

Denny JA bersama Prabowo dalam Acara Idul Adha di Paris
AMANAH INDONESIA -- Di saat banyak negara mulai terseret dalam pusaran rivalitas geopolitik global, hubungan antara Indonesia dan Prancis justru bergerak ke arah berbeda.

Pertemuan Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto di Paris memperlihatkan bagaimana negara-negara menengah kini mulai mencari ruang diplomasi yang lebih fleksibel di tengah dunia yang semakin terbelah.

Hubungan kedua negara tidak lagi hanya berbicara soal kerja sama formal antar pemerintah. Ada pesan geopolitik yang lebih besar: menjaga kepentingan nasional tanpa sepenuhnya terikat pada satu blok kekuatan global tertentu.

Dunia Bergerak ke Era Multipolar

Dalam beberapa tahun terakhir, rivalitas antara Amerika Serikat, China, hingga Rusia semakin memengaruhi arah politik dan ekonomi dunia.

Negara-negara berkembang kini menghadapi tekanan yang makin kompleks, mulai dari menjaga investasi, mempertahankan perdagangan, hingga menghindari konflik kepentingan geopolitik.

Di tengah situasi tersebut, pendekatan Indonesia dan Prancis mulai dipandang menarik karena keduanya tetap membuka hubungan dengan banyak pihak tanpa sepenuhnya masuk ke satu poros tertentu.

Pandangan ini juga sempat disorot Denny JA usai menghadiri jamuan kenegaraan di Istana Élysée pada 28 Mei 2026.

Macron Dorong Eropa Lebih Mandiri

Dalam beberapa tahun terakhir, Emmanuel Macron dikenal aktif mendorong gagasan “otonomi strategis” bagi Eropa.

Ia menilai Eropa tidak bisa terus bergantung penuh kepada Amerika Serikat dalam berbagai sektor strategis seperti keamanan, teknologi, energi, dan ekonomi global.

Karena itu, Prancis berusaha mengambil posisi yang lebih independen.

Macron tetap menjaga hubungan dekat dengan Washington, tetapi di saat bersamaan juga membuka ruang diplomasi dengan berbagai kekuatan lain demi memastikan Eropa tetap relevan di era multipolar.

Pendekatan tersebut membuat Prancis terlihat lebih fleksibel dibanding sebagian negara Barat lain yang cenderung lebih kaku dalam membangun aliansi geopolitik.

Diplomasi Prabowo Mulai Jadi Sorotan

Sementara itu, pemerintahan Prabowo mulai memperlihatkan pola diplomasi luar negeri yang lebih aktif dan terbuka.

Dalam waktu relatif singkat, Indonesia membangun komunikasi intensif dengan sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis.

Yang menjadi perhatian bukan hanya jumlah pertemuan diplomatiknya, tetapi bagaimana Indonesia mencoba menjaga keseimbangan hubungan di tengah rivalitas global.

Jakarta tetap membuka kerja sama dengan Barat tanpa memutus komunikasi dengan Beijing maupun Moskow.

Strategi tersebut dinilai penting karena dunia saat ini semakin sensitif terhadap isu blok politik dan pengaruh ekonomi global.

Indonesia dan Prancis Punya Kepentingan yang Bertemu

Hubungan Paris dan Jakarta kini berkembang melampaui diplomasi simbolik.

Beberapa sektor yang mulai mempertemukan kepentingan kedua negara antara lain pertahanan, energi, teknologi, transisi industri, hingga kawasan Indo-Pasifik.

Bagi Indonesia, kerja sama dengan Prancis membuka peluang memperluas akses teknologi sekaligus memperkuat posisi diplomatik di kawasan Asia-Pasifik.

Sementara bagi Prancis, Indonesia dipandang sebagai salah satu kekuatan penting di Asia Tenggara dengan pengaruh ekonomi dan geopolitik yang terus tumbuh.

Negara Menengah Mulai Cari Jalannya Sendiri

Fenomena ini memperlihatkan perubahan menarik dalam geopolitik global.

Jika sebelumnya banyak negara berkembang cenderung mengikuti arah kekuatan besar, kini semakin banyak negara menengah mencoba memainkan peran lebih aktif dan mandiri.

Mereka tidak ingin hanya menjadi pasar atau wilayah pengaruh semata.

Sebaliknya, negara-negara seperti Indonesia mulai berusaha membangun posisi tawar sendiri dengan menjaga hubungan ke banyak pihak sekaligus.

Tantangan Diplomasi Masih Besar

Meski demikian, tantangan tetap tidak ringan.

Macron masih menghadapi tekanan politik domestik di Prancis. Sementara Prabowo akan diuji lewat stabilitas ekonomi nasional, realisasi program pembangunan, serta kemampuan menjaga keseimbangan diplomasi luar negeri Indonesia.

Namun hubungan Indonesia dan Prancis saat ini memperlihatkan satu kecenderungan penting: di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, kemampuan menjaga komunikasi dengan berbagai pihak bisa menjadi kekuatan diplomasi yang jauh lebih berharga dibanding sekadar memilih satu kubu politik global tertentu. (*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Denny JA: Macron dan Prabowo Tunjukkan Arah Baru Diplomasi di Tengah Rivalitas Global
  • Denny JA: Macron dan Prabowo Tunjukkan Arah Baru Diplomasi di Tengah Rivalitas Global
  • Denny JA: Macron dan Prabowo Tunjukkan Arah Baru Diplomasi di Tengah Rivalitas Global
  • Denny JA: Macron dan Prabowo Tunjukkan Arah Baru Diplomasi di Tengah Rivalitas Global
  • Denny JA: Macron dan Prabowo Tunjukkan Arah Baru Diplomasi di Tengah Rivalitas Global
  • Denny JA: Macron dan Prabowo Tunjukkan Arah Baru Diplomasi di Tengah Rivalitas Global