Trump Buka Opsi Habisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
![]() |
| Presiden Amerika Serikat Donald Trump |
Laporan tersebut diungkap The Wall Street Journal pada Senin (9/3), yang menyebut Trump menyampaikan pandangan itu secara pribadi kepada sejumlah asistennya.
Mengutip pejabat aktif dan mantan pejabat Amerika Serikat, laporan itu menyebut salah satu tuntutan utama Washington adalah pembubaran program nuklir Iran.
Meski demikian, hingga saat ini Gedung Putih menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Trump Kritik Penunjukan Mojtaba Khamenei
Pernyataan Trump muncul setelah ia secara terbuka mengkritik penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Trump bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai “sebuah kesalahan besar” dan meragukan kepemimpinan Mojtaba Khamenei akan bertahan lama.
Dalam wawancara dengan The New York Post, Trump juga mengaku “tak senang” dengan hasil penunjukan pemimpin baru Iran itu.
Mojtaba Khamenei Gantikan Ali Khamenei
Mojtaba Khamenei (56) ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dalam gelombang serangan gabungan pertama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Ali Khamenei memimpin Iran selama 37 tahun sebelum kematiannya.
Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran langsung menarik perhatian dunia internasional, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan AS–Iran Meningkat
Laporan terkait ancaman Trump tersebut semakin mempertegas ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait isu program nuklir Teheran.
Para pengamat menilai situasi ini berpotensi memperburuk konflik di kawasan, terlebih setelah meningkatnya konfrontasi militer yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.



