![]() |
| Laptop Ryzen 5 |
Di titik inilah prosesor Ryzen 5 tetap menjadi pilihan banyak pengguna—bukan karena paling baru, tetapi karena rasio performa dan harga yang masih terasa masuk akal.
Awal 2026 memperlihatkan satu pola menarik. Produsen lokal dan brand pendatang justru semakin agresif menawarkan laptop Ryzen 5 dengan spesifikasi berani. Mulai dari layar IPS cerah, RAM besar, hingga baterai jumbo, semua ditujukan untuk satu hal: memenuhi kebutuhan nyata pengguna dengan bujet terbatas.
Mengapa Ryzen 5 Masih Relevan?
Ryzen 5 berada di posisi unik. Ia cukup bertenaga untuk kerja harian hingga multitasking berat, tetapi tidak memaksa harga melonjak seperti lini kelas atas. Di segmen mahasiswa, pekerja hybrid, hingga kreator pemula, kombinasi ini masih sulit ditandingi.
Lima laptop berikut menonjol bukan karena klaim marketing, melainkan karena pendekatan yang berbeda-beda terhadap kebutuhan pengguna.
Advan Workmate, Fokus ke Esensi Produktivitas
Bagi pelajar dan mahasiswa, Advan Workmate hadir sebagai opsi yang realistis. Dengan Ryzen 5 3500U, performanya memang bukan untuk beban berat, tetapi cukup stabil untuk tugas kuliah, coding ringan, dan multitasking sehari-hari.
Keunggulan utamanya justru terletak pada layar. Panel IPS beresolusi FHD+ dengan tingkat kecerahan yang relatif baik terasa lebih nyaman dibandingkan banyak laptop murah yang masih mengandalkan panel TN. Bobotnya ringan dan desainnya ringkas, membuatnya mudah dibawa tanpa terasa merepotkan.
Workmate menunjukkan bahwa laptop terjangkau tak harus selalu berkompromi pada pengalaman visual.
Tecno Megabook K15s, Teman Kerja Seharian Tanpa Charger
Tecno Megabook K15s mengambil pendekatan berbeda. Ia menargetkan pengguna yang sering bekerja lama di luar ruangan. Layar 15,6 inci memberi ruang kerja lebih luas, sementara baterai berkapasitas besar memungkinkan penggunaan seharian tanpa ketergantungan pada stop kontak.
Ryzen 5 generasi baru di dalamnya menawarkan performa yang cukup untuk multitasking berat—mulai dari coding hingga pekerjaan berbasis browser yang intens. Bobotnya masih tergolong ringan untuk ukuran layar besar, menjadikannya kompromi menarik antara kenyamanan visual dan mobilitas.
Laptop ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan dan kenyamanan kerja jangka panjang.
Zyrex D-tech Pro Versi 2, Saat Laptop Murah Mulai Serius untuk Gaming
Zyrex D-tech Pro versi 2 menjadi bukti bahwa laptop harga menengah kini berani masuk wilayah gaming ringan hingga menengah. Dengan Ryzen 5 seri H dan grafis terintegrasi yang lebih kuat, laptop ini mampu menjalankan game populer dengan pengaturan yang masih nyaman dimainkan.
Meski fokus performa, bobotnya tetap relatif ringan. Artinya, laptop ini tidak hanya relevan untuk hiburan, tetapi juga cukup fleksibel untuk kerja harian. Kombinasi RAM besar dan penyimpanan cepat membuatnya terasa responsif dalam berbagai skenario penggunaan.
Axioo Hype 5 AMD X6, Investasi untuk Jangka Panjang
Axioo Hype 5 AMD X6 menyasar pengguna yang berpikir lebih jauh. Performanya tinggi sejak awal, namun nilai utamanya ada pada kemudahan upgrade. Dua slot RAM dan dukungan kapasitas besar membuka ruang untuk peningkatan performa di masa depan.
Layar dengan tingkat kecerahan tinggi membuatnya nyaman dipakai di berbagai kondisi, termasuk luar ruangan. Ditambah garansi perlindungan tambahan, laptop ini terasa sebagai pilihan rasional bagi pengguna yang menginginkan performa kuat tanpa harus sering ganti perangkat.
Advan Workplus Heritage, Opsi Paling Seimbang
Workplus Heritage mencoba merangkum semuanya: performa kencang, layar tajam, desain ringkas, dan port lengkap. Dengan Ryzen 5 generasi baru dan grafis yang mumpuni, laptop ini cocok untuk kerja kreatif, gaming kompetitif, hingga penggunaan harian.
Tidak ada satu aspek yang terlalu menonjol, tetapi justru di situlah kekuatannya. Workplus Heritage menawarkan keseimbangan yang jarang ditemukan di kelas harga Rp6–8 jutaan.
Memilih Sesuai Cara Pakai
Lima laptop ini menunjukkan bahwa “terbaik” tidak selalu berarti sama untuk semua orang. Ada yang unggul di daya tahan baterai, ada yang menitikberatkan performa, dan ada pula yang fokus pada kemudahan upgrade.
Di awal 2026, pilihan laptop Ryzen 5 di kelas Rp6 jutaan semakin beragam. Pertanyaannya kini bukan lagi mana yang paling kencang, melainkan mana yang paling sesuai dengan ritme penggunaan sehari-hari.



