Baterai Seharian Tak Lagi Cukup, Ini Arah Baru Smartphone 2026

ILUSTRASI. Smartphone 

AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Bagi banyak pengguna, satu hari tanpa mencari colokan kini terasa seperti kemewahan. Aktivitas membaca berita, memotret, merekam video, hingga berpindah aplikasi nyaris tanpa jeda membuat baterai ponsel terkuras lebih cepat dari sebelumnya. Tak sedikit yang merasa performa kamera atau layar canggih tak lagi berarti jika daya habis sebelum malam tiba.

Kondisi ini menjelaskan mengapa daya tahan baterai mulai kembali ke pusat perhatian konsumen. Di tengah lonjakan harga ponsel pintar, pengguna kini semakin selektif—bukan hanya soal fitur, tetapi juga soal seberapa lama perangkat bisa menemani aktivitas harian tanpa ketergantungan pada pengisi daya.

Baterai yang Lama Terpinggirkan

Selama bertahun-tahun, inovasi ponsel lebih sering berfokus pada kamera, layar, dan desain. Sektor baterai relatif berjalan di tempat. Kapasitas memang meningkat, tetapi tidak sebanding dengan lonjakan kebutuhan daya akibat fitur yang semakin kompleks.

Survei CNET/YouGov pada September 2025 memperlihatkan perubahan pola pikir tersebut. Banyak responden menyebut masa pakai baterai yang lebih lama sebagai alasan utama mempertimbangkan pembelian ponsel baru, bahkan setelah membandingkan harga. Artinya, baterai tak lagi sekadar spesifikasi teknis, melainkan faktor emosional yang memengaruhi kenyamanan penggunaan sehari-hari.

2026, Awal Perubahan Nyata

Periode 2025 hingga 2026 mulai menandai pergeseran penting. Sejumlah produsen ponsel mengadopsi teknologi baterai dengan anoda silikon, yang lebih dikenal sebagai baterai silikon-karbon. Inovasi ini memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa harus mempertebal bodi perangkat.

Teknologi tersebut hadir di saat ruang internal ponsel semakin sempit akibat desain yang makin tipis. Dengan pendekatan silikon-karbon, produsen bisa meningkatkan daya simpan energi tanpa mengorbankan estetika atau ergonomi. Bagi pengguna, dampaknya sederhana namun krusial: ponsel lebih tahan lama tanpa terasa lebih berat atau besar.

Langkah ini dinilai sebagai titik balik setelah bertahun-tahun baterai tertinggal dari sektor lain. Bukan revolusi instan, tetapi sinyal bahwa industri mulai menjawab kebutuhan nyata pengguna.

Lebih dari Sekadar Angka mAh

Daya tahan baterai tidak berdiri sendiri. Kapasitas besar belum tentu menjamin penggunaan lebih lama. Faktor seperti kualitas sinyal, tingkat kecerahan layar, efisiensi prosesor, hingga optimalisasi sistem operasi turut menentukan hasil akhirnya.

Pengujian CNET sepanjang 2025 terhadap puluhan ponsel memperlihatkan hal tersebut. Beberapa perangkat dengan kapasitas baterai relatif kecil justru mencatat performa daya yang sangat impresif berkat efisiensi sistem.

iPhone 17 Pro Max, misalnya, muncul sebagai ponsel dengan performa baterai terbaik secara keseluruhan meski kapasitasnya tidak tergolong besar. Efisiensi chip dan sistem operasi menjadi kunci utama. iPhone 17 juga menunjukkan tren serupa, membuktikan bahwa optimalisasi perangkat lunak mampu menutupi keterbatasan kapasitas fisik.

Di sisi lain, ponsel dengan baterai berkapasitas sangat besar seperti OnePlus 15 tetap menawarkan keunggulan tersendiri. Dengan dukungan teknologi silikon-karbon, pendekatan ini menegaskan bahwa industri kini menempuh dua jalur: meningkatkan efisiensi dan memperbesar kapasitas secara cerdas.

Arah Pilihan Pengguna ke Depan

Masuknya beberapa ponsel dengan baterai silikon-karbon ke daftar daya tahan terbaik menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar eksperimen. Pengguna mulai merasakan manfaat nyata dalam penggunaan sehari-hari, terutama mereka yang aktif dan jarang memiliki waktu mengisi daya.

Ke depan, pertanyaan bagi konsumen bukan lagi sekadar “berapa besar baterainya”, melainkan “seberapa lama ponsel ini bisa bertahan dalam pola penggunaan saya”. Jika tren ini berlanjut, baterai berpotensi kembali menjadi pembeda utama di pasar ponsel—bukan sebagai angka di lembar spesifikasi, tetapi sebagai pengalaman nyata yang dirasakan pengguna sejak pagi hingga malam.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Baterai Seharian Tak Lagi Cukup, Ini Arah Baru Smartphone 2026
  • Baterai Seharian Tak Lagi Cukup, Ini Arah Baru Smartphone 2026
  • Baterai Seharian Tak Lagi Cukup, Ini Arah Baru Smartphone 2026
  • Baterai Seharian Tak Lagi Cukup, Ini Arah Baru Smartphone 2026
  • Baterai Seharian Tak Lagi Cukup, Ini Arah Baru Smartphone 2026
  • Baterai Seharian Tak Lagi Cukup, Ini Arah Baru Smartphone 2026
Tutup Iklan