Persib Bandung Bidik Gaston Ávila, Bek Muda Top dari Ajax Amsterdam
![]() |
| Gaston Avila |
Dua nama muncul sebagai kandidat pengganti: Gaston Ávila dan Alberto Rodríguez, dengan Ávila menjadi sorotan paling kuat.
Bek asal Argentina yang masih berstatus pemain Ajax Amsterdam ramai dikaitkan dengan Persib, seiring kebutuhan klub menjaga stabilitas lini belakang di paruh krusial kompetisi.
Gaston Ávila: Bek Muda dengan Nilai Tinggi
Meski belum terlalu dikenal di publik Indonesia, Gaston Ávila bukan pemain sembarangan. Bek berusia 24 tahun itu pernah ditebus Ajax Amsterdam dari Royal Antwerp dengan nilai transfer 14,5 juta euro, termasuk jajaran bek muda berbanderol tinggi di Eropa.
Nilai pasarnya kini disebut mencapai Rp43,45 miliar, menjadikannya salah satu pemain dengan valuasi tertinggi yang dikaitkan dengan Liga 1.
Perjalanan karier Ávila di Eropa tak sepenuhnya mulus. Cedera serius sempat menghambat adaptasinya bersama Ajax.
Sepanjang berseragam De Godenzonen, ia hanya mencatatkan delapan penampilan di semua kompetisi. Saat dipinjamkan ke klub Brasil, Fortaleza, performanya dinilai belum konsisten.
Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, menegaskan saat ini, tidak ada prospek baginya untuk mendapatkan waktu bermain bersama kami, jadi kesepakatan pinjaman baru adalah solusi terbaik untuk semua pihak.”
Media Belanda melaporkan Ávila akan kembali ke klub lamanya, Rosario Central, dengan status pinjaman hingga akhir 2026.
Spekulasi dan Antusiasme Bobotoh
Nama Ávila justru ramai diperbincangkan Bobotoh di media sosial, karena Persib saat ini memimpin klasemen Liga 1.
“Welcome to Persib Bandung,” tulis akun @saessxxx.
“Ente kenapa tiba-tiba muncul di beranda ane, gas? Otw Persib kah?” komentar @rfnahxxx.
Tidak hanya Bobotoh, suporter Persija Jakarta juga ikut berspekulasi:
“Masuk beranda kalian = otw Persija?” tulis akun Jakmania @theprideofjakxxx.
Situasi makin menarik setelah Ávila mengunggah pesan perpisahan emosional dengan Fortaleza pada 9 Desember 2025. Unggahan tersebut dibanjiri komentar dari berbagai basis suporter Liga 1, meski secara administratif ia telah dipastikan kembali ke Rosario Central.
Sebelum nama Ávila mencuat, Alberto Rodríguez, bek tengah asal Spanyol, lebih dulu dikaitkan dengan Persib. Rodríguez dianggap lebih realistis secara finansial dan administrasi, serta memiliki positioning rapi dan pengalaman di sejumlah kompetisi Eropa.
Strategi Persib dan Prospek Ávila
Dengan Persib Bandung memimpin klasemen Liga 1 dengan 38 poin dari 17 laga, mendatangkan bek asing bukan sekadar pengganti, melainkan strategi besar menjaga stabilitas tim dan ambisi juara.
Gaston Ávila, lahir di Rosario, Argentina, 30 September 2000, mengawali karier profesionalnya bersama Rosario Central, salah satu klub penghasil talenta terbaik Argentina. Ia menonjol sejak muda karena postur ideal, agresivitas, dan kemampuan membaca permainan.
Nama Ávila mencuri perhatian saat memperkuat Royal Antwerp di Liga Belgia. Performa solidnya membuat Ajax Amsterdam memboyongnya dengan ekspektasi tinggi. Namun cedera serius memperlambat adaptasinya, sehingga ia kesulitan menembus skuad utama dan sempat dipinjamkan ke Fortaleza.
Secara karakter bermain, Ávila dikenal fleksibel: bisa bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah, unggul dalam duel satu lawan satu, tekel berani, dan kemampuan mengalirkan bola dari belakang. Di usia 24 tahun, ia masih dipandang sebagai aset potensial untuk proyek jangka menengah hingga panjang Persib.
Publik kini menanti, apakah Gaston Ávila benar-benar akan membuka lembaran baru di Liga 1, atau sekadar menjadi bagian dari dinamika spekulasi bursa transfer.
