Gol 30 Detik dan Dua Kartu Merah, PSM Tumbang di Kandang dari Bali United
![]() |
| Gol 30 Detik & Dua Kartu Merah, PSM Tumbang di Kandang dari Bali United |
Gol cepat Mirza Mustafic yang tercipta hanya dalam 30 detik langsung mengubah jalannya pertandingan. Keunggulan instan tersebut membuat tempo permainan berpihak pada Bali United dan memukul mental tuan rumah sejak awal laga.
Situasi PSM semakin berat ketika pertandingan baru berjalan sekitar 23 menit. Bek Syahrul Lasinari harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai diganjar kartu merah oleh wasit Erfan Effendi. Bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama membuat PSM kesulitan menjaga tempo, organisasi permainan, dan konsentrasi.
Tekanan Bali United pun kian intens. Laga berlangsung panas dan diwarnai banyak pelanggaran, memaksa wasit mengeluarkan total sembilan kartu kuning sepanjang pertandingan.
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menilai terdapat tiga momen krusial yang menjadi titik balik kekalahan timnya. Gol cepat Bali United yang berawal dari transisi lemparan ke dalam dinilai merusak konsentrasi sejak awal laga. Kartu merah Syahrul Lasinari kemudian memperparah situasi dengan memengaruhi mental pemain, sebelum PSM gagal memaksimalkan peluang yang sempat tercipta meski bermain di bawah tekanan.
Di sisi lain, Bali United tampil lebih efektif dan disiplin. Setelah unggul cepat, Serdadu Tridatu mampu mengontrol permainan serta memanfaatkan celah di pertahanan PSM yang terus tertekan sepanjang laga.
Petaka bagi PSM belum berhenti. Pada menit 90+8, Ananda Raehan juga harus menerima kartu merah, menegaskan malam sulit bagi tuan rumah di hadapan publik sendiri.
Saat laga tampak akan berakhir dengan skor tipis, Bali United memastikan kemenangan melalui gol Thijmen Goppel pada menit 90+4. Gol tersebut menutup pertandingan dengan skor 2-0 untuk tim tamu.
Hasil ini membawa Bali United naik ke peringkat ketujuh klasemen Super League 2025/2026 dengan koleksi 27 poin. Sementara itu, PSM Makassar tertahan di posisi ke-10 dengan 19 poin, sekaligus memperpanjang tekanan menjelang pekan-pekan krusial berikutnya.
