Cuaca Ekstrem Sulsel: Hujan Ringan hingga Banjir, Sekolah SD di Makassar Diliburkan
![]() |
| ILUSTRASI. Banjir |
Pada pagi hari, kondisi umumnya berawan. Hujan ringan berpeluang turun di Gowa, Jeneponto, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Memasuki siang hingga sore, kondisi berawan masih bertahan dengan potensi hujan ringan meluas ke Wajo, Takalar, Sinjai, Palopo, Pangkep, Pinrang, Sidrap, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Bone, Bulukumba, Enrekang, serta Gowa. Hujan diperkirakan bersifat lokal dengan intensitas ringan. Pada malam hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Pangkep dan Takalar, sementara dini hari di Pangkep dan Kepulauan Selayar.
BMKG Makassar mencatat suhu udara di Sulsel berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan 70–100 persen. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 7–43 kilometer per jam.
Seiring kondisi tersebut, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi risiko banjir di Gowa, Makassar, Maros, dan Pangkep. Masyarakat di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan air dan luapan sungai, serta rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
Sebanyak sembilan kabupaten dan kota di Sulsel berpotensi terdampak cuaca ekstrem selama periode 11–20 Januari 2026, mulai dari Makassar, Barru, Bone, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Soppeng, hingga Takalar. Alarm bahaya ini mengacu pada peringatan curah hujan tinggi dari BMKG Wilayah IV Makassar.
"Daerah-daerah ini perlu menjadi kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor," kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, Minggu (11/1/2026).
Amson menambahkan, ada enam daerah yang masuk kategori Awas akibat curah hujan tinggi: Makassar, Bone, Gowa, Barru, Maros, Pangkep, dan Takalar.
"Sesuai rilis BMKG ada beberapa kabupaten dan kota yang berada pada zona Awas dengan potensi curah hujan yang sangat lebat dan ekstrem, kami berharap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan," paparnya.
Masyarakat diimbau menghindari lokasi rawan banjir atau longsor, segera mengungsi bila berada di zona berisiko, dan melaporkan warga yang rentan agar dievakuasi. "Saat ini semua aparat BPBD dan tim rescue telah standby di posko-posko yang akan segera melakukan tindakan kedaruratan," tambah Amson.
Sejumlah sekolah dasar di Kota Makassar diliburkan pada Senin menyusul cuaca ekstrem. Keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan siswa.
Sekitar pukul 06.00 Wita, langit Makassar tampak mendung gelap. Tak lama kemudian, hujan deras turun disertai angin kencang, meski hanya berlangsung sekitar 10 menit.
Sejumlah wali murid mengaku tidak mengetahui libur sekolah hingga pihak sekolah memberi informasi sekitar pukul 06.30 Wita melalui grup WhatsApp, saat sebagian orangtua sudah dalam perjalanan mengantar anak. Akibatnya, banyak orangtua terpaksa membawa pulang anak-anak mereka setelah mendapat pemberitahuan dari penjaga sekolah.
“Kalau diumumkan tadi malam mungkin kami tidak terlanjur menyiapkan bekal anak sekolah,” kata Wati, seorang wali murid di wilayah Sudiang, Makassar. Ia juga mengaku tidak mengetahui sampai kapan kegiatan belajar diliburkan karena pengumuman tidak menyebutkan keterangan lanjutan.
Sementara itu, siswa SMP dan SMA sederajat tetap masuk sekolah seperti biasa.
Beberapa hari terakhir, hujan deras disertai angin kencang kerap melanda Makassar, menyebabkan beberapa wilayah tergenang banjir dan beberapa pohon tumbang. Kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai membahayakan keselamatan anak-anak sekolah, khususnya siswa SD, sehingga kebijakan belajar dari rumah menjadi langkah antisipatif untuk mengurangi risiko.
