Abdul Mu’ti Ungkap 3 Kunci Jadi Guru Hebat, dari Mencintai Murid hingga Menginspirasi

Komisaris ParagonCorp Salman Subakat

AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Nilai 10 yang diberikan seorang guru Fisika hampir 30 tahun lalu masih diingat Komisaris ParagonCorp Salman Subakat hingga sekarang. 

Bagi Salman, yang membekas bukan angka di rapor, melainkan kepercayaan gurunya bahwa ia mampu melakukan lebih.

Pengalaman itu menjadi gambaran bagaimana seorang guru dapat meninggalkan pengaruh jauh melampaui ruang kelas. 

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, pendidikan memang tidak hanya tentang menyampaikan pelajaran, tetapi juga tentang membangun hubungan, memberi inspirasi, dan memuliakan murid.

Mu'ti menyebut ada tiga kunci yang penting untuk menjadi guru hebat: mencintai murid dan ilmu, mendidik dengan menginspirasi, serta memuliakan murid dalam proses belajar.

Pesan tersebut disampaikan Mu'ti dalam acara Inspiring Educators 2026, graduation Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP) yang digelar ParagonCorp di Jakarta Concert Hall, Sabtu (26/9/2026).

Alih-alih memberikan ceramah panjang, Mu'ti menyampaikan pesannya melalui cerita perjalanan hidup.

"Menginspirasi itu tidak harus selalu khotbah. Cerita kehidupan juga mudah-mudahan bisa menginspirasi," ujar Mu'ti.

1. Guru Perlu Mencintai Murid dan Ilmu

Kunci pertama yang disampaikan Mu'ti adalah cinta kepada murid dan ilmu.

Menurut dia, menjadi guru seharusnya berangkat dari kepedulian terhadap peserta didik sekaligus kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Peran guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi membantu mengubah ketidaktahuan menjadi pemahaman.

Mu'ti menggambarkan murid sebagai bagian penting dari perjalanan seorang pendidik.

"Setiap murid adalah utusan Tuhan yang membukakan pintu-pintu surga bagi gurunya. Karena itu, jadilah guru yang sabar dengan segala kesulitan dan terus membuka jalan bagi mereka yang ingin menjadi lebih baik," kata Mu'ti.

Pesan tersebut menempatkan kesabaran dan kepedulian sebagai bagian dari proses mendidik, terutama ketika guru menghadapi beragam karakter dan kesulitan murid.

2. Guru Bukan Hanya Mengajar, tetapi Menginspirasi

Kunci kedua adalah mendidik dengan menginspirasi.

Mu'ti mengatakan guru tidak selalu harus menjadi pihak yang meminta untuk didengar. Seorang pendidik juga perlu bersedia mendengarkan murid, memberikan keteladanan, dan menunjukkan sikap yang dapat menjadi contoh.

"Guru tak selalu harus minta didengar. Guru juga harus menjadi pendengar yang sabar dan memberi keteladanan. Teaching is inspiring," tuturnya.

Mu'ti kemudian menceritakan perjalanan pendidikannya sendiri.

Ia berasal dari sebuah desa di Kudus dan merupakan lulusan Madrasah Aliyah jurusan IPA. Saat itu, ia mengaku tidak pernah membayangkan dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan kemudian memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Saya kuliah di IAIN itu karena berbakti pada guru saya dan karena doa orang tua saya," ujarnya.

Bagi Mu'ti, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan dan keteladanan guru dapat berlangsung panjang dalam kehidupan seseorang.

Namun, dampak pendidikan tidak selalu terlihat dalam waktu singkat.

"Investasi di bidang pendidikan itu hasilnya butuh puluhan tahun untuk benar-benar terlihat," kata Mu'ti.

3. Mendidik dengan Memuliakan Murid

Kunci ketiga adalah mendidik dengan cara yang memuliakan murid.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembelajaran mendalam atau deep learning, yang menempatkan murid, guru, dan ilmu dalam proses pendidikan yang saling menghargai.

Dalam pendekatan ini, murid dipandang sebagai rekan belajar. Guru juga tidak berhenti belajar ketika berada di ruang kelas.

Proses pembelajaran dirancang agar berlangsung secara mindful, meaningful, dan joyful. Dengan demikian, belajar tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pengalaman yang bermakna bagi murid.

Mu'ti mengingatkan bahwa perubahan pendidikan membutuhkan proses yang panjang dan konsisten.

"Seperti Tembok Besar Cina, tersusun batu demi batu secara konsisten. Mulailah dari kebiasaan kecil, dan jangan takut gagal,” ujarnya.

Ketika Nilai 10 Menjadi Pesan yang Bertahan Puluhan Tahun

Pesan Mu'ti mengenai pentingnya guru menginspirasi mendapat gambaran nyata dari pengalaman Salman Subakat.

Salman menceritakan kejadian hampir 30 tahun lalu ketika guru Fisika SMA-nya, Yani Bayani, memberikan nilai 10 di rapornya.

Bagi Salman, nilai tersebut bukan sekadar angka.

Kepercayaan yang diberikan gurunya justru menjadi pesan yang terus dibawa hingga sekarang. Kepercayaan itu membuat Salman lebih percaya diri untuk membantu mengajari teman-temannya, mewakili sekolah dalam perlombaan, hingga mendaftar ke Institut Teknologi Bandung.

“Yang berkesan itu bukan karena angkanya. Tapi karena di balik angka itu ada sebuah pesan: saya percaya kamu bisa. Kepercayaan yang diberikan 30 tahun lalu itu masih saya bawa sampai sekarang,” kata Salman.

Pengalaman tersebut, menurut Salman, menunjukkan bahwa peran pendidik memiliki dimensi yang tidak dapat digantikan hanya dengan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"AI bisa membantu murid mendapatkan knowledge. Tetapi pendidik membantu murid membangun cara berpikir, karakter, keberanian, dan daya juang. Semakin AI berkembang, peran pendidik bukan semakin kecil, justru semakin penting," ujarnya.

Pada akhirnya, tiga kunci yang disampaikan Abdul Mu'ti bertemu pada satu gagasan: guru bukan hanya hadir untuk menyampaikan pengetahuan.

Guru juga berperan membangun kepercayaan, memberikan teladan, dan menciptakan pengalaman belajar yang membuat murid merasa dihargai.

Dampak dari proses tersebut tidak selalu terlihat saat itu juga. Seperti yang disampaikan Mu'ti, hasil investasi pendidikan bisa membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar terlihat. (*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Abdul Mu’ti Ungkap 3 Kunci Jadi Guru Hebat, dari Mencintai Murid hingga Menginspirasi
  • Abdul Mu’ti Ungkap 3 Kunci Jadi Guru Hebat, dari Mencintai Murid hingga Menginspirasi
  • Abdul Mu’ti Ungkap 3 Kunci Jadi Guru Hebat, dari Mencintai Murid hingga Menginspirasi
  • Abdul Mu’ti Ungkap 3 Kunci Jadi Guru Hebat, dari Mencintai Murid hingga Menginspirasi
  • Abdul Mu’ti Ungkap 3 Kunci Jadi Guru Hebat, dari Mencintai Murid hingga Menginspirasi
  • Abdul Mu’ti Ungkap 3 Kunci Jadi Guru Hebat, dari Mencintai Murid hingga Menginspirasi