Trump Klaim Iran Hubungi AS, Sebut Perang Mulai Mendekati Akhir

Donald Trump
AMANAH INDONESIA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran telah menghubungi pemerintahannya secara langsung untuk membicarakan kemungkinan kesepakatan. Pernyataan itu muncul ketika perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung dan ketegangan di sekitar Selat Hormuz belum mereda.

Trump menyampaikan klaim tersebut kepada wartawan setelah tiba di North Carolina, Rabu (16/9/2026). Ia mengatakan dirinya berharap konflik tersebut mulai memasuki tahap akhir.

“Mudah-mudahan kita sudah mendekati akhir perang,” kata Trump.

Menurut Trump, pihak Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington. Namun, ia belum menjelaskan bentuk kesepakatan yang dimaksud ataupun apakah telah ada pembicaraan substantif antara kedua negara.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, dan kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti,” ujarnya.

Trump Sebut Kontak Berlangsung Langsung

Ketika ditanya apakah informasi mengenai keinginan Iran bernegosiasi diperolehnya melalui perantara, Trump menjawab bahwa komunikasi tersebut datang langsung dari pihak Iran.

Pernyataan itu melanjutkan sejumlah pernyataan Trump sebelumnya yang menyebut Teheran menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Pada 13 September, Trump juga mengatakan pejabat Iran terus menghubungi Washington untuk mencari kesepakatan, meski ia menyatakan Amerika Serikat hanya akan menerima kesepakatan yang dianggapnya sesuai dengan kepentingan Washington.

Namun, klaim tersebut belum dengan sendirinya berarti kesepakatan damai telah tercapai. Sebelumnya, Trump juga beberapa kali memberikan perkiraan berbeda mengenai waktu berakhirnya perang, termasuk menyebut konflik dapat berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November atau bahkan lebih cepat.

Ketegangan di Selat Hormuz Masih Tinggi

Pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya perang muncul ketika Selat Hormuz masih menghadapi gangguan serius.

Data pelayaran yang dilaporkan Reuters menunjukkan hanya empat kapal melintasi selat tersebut pada Selasa. Angka itu jauh di bawah rata-rata sekitar 18 kapal dalam 10 hari sebelumnya. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan kesepakatan berlangsung bersamaan dengan kondisi keamanan yang masih belum stabil.

Pada 16 September, Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga mendesak Iran dan Amerika Serikat menahan diri serta kembali pada nota kesepahaman yang dicapai pada Juni. Beijing menyerukan dibukanya kembali Selat Hormuz dan dimulainya konsultasi substantif untuk meredakan ketegangan.

Perang Meluas sejak Serangan Februari

Konflik saat ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada akhir Februari.

Serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas pemerintah, militer, infrastruktur rudal, dan sistem pertahanan udara Iran. Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah pangkalan Amerika Serikat di kawasan.

Konflik selanjutnya meluas ke sejumlah wilayah Timur Tengah dan berdampak pada jalur perdagangan energi.

Upaya diplomatik untuk menghentikan permusuhan tetap berlangsung, tetapi belum menghasilkan kesepakatan damai final.

Karena itu, pernyataan terbaru Trump mengenai komunikasi langsung dengan Iran menjadi sinyal adanya kemungkinan ruang diplomasi baru. Namun, apakah kontak tersebut dapat berkembang menjadi kesepakatan yang mengakhiri perang masih bergantung pada proses negosiasi berikutnya.

Untuk sementara, perang masih berlangsung dan kondisi di jalur strategis seperti Selat Hormuz menunjukkan bahwa situasi di kawasan belum sepenuhnya memasuki fase normalisasi.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Trump Klaim Iran Hubungi AS, Sebut Perang Mulai Mendekati Akhir
  •  Trump Klaim Iran Hubungi AS, Sebut Perang Mulai Mendekati Akhir
  •  Trump Klaim Iran Hubungi AS, Sebut Perang Mulai Mendekati Akhir
  •  Trump Klaim Iran Hubungi AS, Sebut Perang Mulai Mendekati Akhir
  •  Trump Klaim Iran Hubungi AS, Sebut Perang Mulai Mendekati Akhir
  •  Trump Klaim Iran Hubungi AS, Sebut Perang Mulai Mendekati Akhir