Iran Sebut Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga Trump dan Netanyahu Turun
![]() |
| Donald Trump |
Pernyataan itu disampaikan Zolqadr pada Kamis (17/9), ketika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berada pada tingkat yang sangat rendah akibat konflik di kawasan.
“Para pejuang kami tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Trump yang kriminal dan Netanyahu yang haus darah diturunkan dari kursi kekuasaan mereka, dan ini merupakan tahap pertama pembalasan bangsa Iran,” kata Zolqadr seperti dikutip ISNA.
Pernyataan tersebut merupakan sikap yang disampaikan penasihat politik pemimpin tertinggi Iran. Dampak dan penerapannya terhadap kebijakan operasional pelayaran selanjutnya masih bergantung pada perkembangan konflik.
Lalu Lintas Kapal di Hormuz Menyusut
Data pelacakan kapal menunjukkan aktivitas di Selat Hormuz memang mengalami penurunan tajam.
Pada Rabu (16/9), hanya tiga kapal komersial yang tercatat melintasi selat tersebut. Jumlah itu turun dari 12 kapal sehari sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata 10 hari yang mencapai 17 kapal. Data tersebut bersifat sementara karena sebagian kapal dapat mematikan sistem pelacakan otomatisnya.
Sehari sebelumnya, Reuters juga mencatat hanya empat kapal yang melintasi Hormuz pada Selasa. Tidak ada kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar maupun kapal LNG yang tercatat dalam data tersebut.
Kondisi itu menunjukkan bahwa pernyataan Iran muncul ketika jalur energi strategis tersebut sudah menghadapi gangguan serius akibat konflik.
Konflik Iran, AS, dan Israel Belum Berakhir
Ketegangan saat ini berakar pada serangkaian serangan dan pembalasan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Konflik tersebut telah mengganggu rute perdagangan energi dan mendorong kapal-kapal mencari jalur alternatif. Reuters melaporkan gangguan di kawasan juga mendorong perusahaan pelayaran meningkatkan pemesanan kapal tanker untuk mengantisipasi perubahan rute perdagangan minyak.
Pada saat yang sama, upaya diplomatik untuk meredakan konflik belum menghasilkan penyelesaian menyeluruh.
Presiden AS Donald Trump pada 17 September mengatakan dirinya berada pada titik penting dalam menentukan langkah berikutnya terkait Iran. Ia juga menyebut kemungkinan pembicaraan lebih lanjut mengenai konflik tersebut.
Hormuz Penting bagi Pasokan Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dari kawasan Teluk menuju pasar dunia.
Penurunan lalu lintas kapal di jalur tersebut tidak hanya berdampak pada pelayaran. Gangguan berkepanjangan juga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan gas serta biaya pengiriman.
Reuters melaporkan harga minyak masih berada di atas US$100 per barel pada 18 September, meskipun harga turun sekitar 1 persen dalam perdagangan terbaru karena pasar melihat adanya kemungkinan penggunaan jalur alternatif untuk mengurangi gangguan pasokan.
Gangguan di Hormuz juga terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap jalur energi dan pelayaran lain di kawasan, termasuk Bab el-Mandeb.
Pernyataan Iran Membuka Ketidakpastian Baru
Jika pernyataan Zolqadr menjadi gambaran sikap Iran dalam mempertahankan pembatasan pelayaran, maka waktu normalisasi lalu lintas di Hormuz akan sangat bergantung pada perkembangan politik dan keamanan kawasan.
Namun, pernyataan seorang penasihat politik tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh proses pengambilan kebijakan Iran telah selesai atau bahwa seluruh pelayaran akan berhenti total.
Yang terlihat saat ini adalah aktivitas kapal di Selat Hormuz berada pada tingkat rendah, sementara konflik dan tekanan terhadap perdagangan energi masih berlangsung.
Karena itu, perkembangan berikutnya di kawasan tersebut akan menjadi penentu bagi kelancaran kembali jalur pelayaran yang memiliki arti penting bagi perdagangan energi global.

