Ledakan Diduga Bom Ikan Tewaskan Nelayan di Pandeglang, Polda Banten Lakukan Penyelidikan
![]() |
| Ledakan Diduga Bom Ikan Tewaskan Nelayan di Pandeglang, Polda Banten Lakukan Penyelidikan |
Ledakan terjadi pada Rabu (26/8) sekitar pukul 13.30 WIB. Korban tewas diketahui berinisial MA (48), sementara istrinya, IY (43), mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Panimbang, Pandeglang.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi di lokasi kejadian.
"Saat ini Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi untuk selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten," kata Maruli.
Polisi Sterilisasi Lokasi Ledakan
Sterilisasi dilakukan untuk memastikan lokasi aman sebelum petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah proses sterilisasi selesai, Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten akan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti dan mengungkap penyebab ledakan.
Berdasarkan data sementara kepolisian, ledakan berpusat di rumah milik korban MA.
Guncangan akibat ledakan juga menyebabkan dua rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Istri Korban Masih Dirawat
Selain menewaskan MA, peristiwa tersebut menyebabkan IY mengalami luka berat. Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Panimbang, Pandeglang.
Polda Banten menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam insiden tersebut.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan asal ledakan yang diduga berkaitan dengan bom ikan.
Polisi Ingatkan Nelayan Tak Gunakan Bahan Peledak
Maruli mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, tidak meracik maupun menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan dengan alasan apa pun.
"Selain dapat merusak lingkungan, penggunaan bahan peledak sangat membahayakan keselamatan. Ingat, satu tindakan yang tidak tepat dapat membahayakan diri sendiri, keluarga maupun orang lain. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tegasnya.
Kepolisian menegaskan penggunaan bahan peledak tidak hanya berisiko merusak lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan nelayan, keluarga dan masyarakat di sekitar lokasi.

