PSSI Respons Keresahan Prabowo soal Timnas Indonesia
![]() |
| Arya Sinulingga |
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku masih resah karena Indonesia belum mampu lolos ke Piala Dunia mendapat tanggapan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Organisasi tersebut menilai perhatian Presiden menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan sepak bola nasional masih menjadi agenda penting pemerintah.
PSSI Sebut Pendanaan Menjadi Faktor Penting
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengatakan dukungan pendanaan merupakan salah satu faktor yang sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.
Menurutnya, Presiden Prabowo secara langsung berkomunikasi dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta Menteri Keuangan terkait kebutuhan mendukung pengembangan sepak bola nasional.
"Ya kan jelas ya Pak Prabowo nyari Pak Ketum, Pak Erick, dan langsung nyari juga Menkeu Pak Purbaya. Berarti beliau tahu juga bahwa Menkeu Pak Purbaya perlu support sepak bola Indonesia dengan anggaran dari APBN," kata Arya di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta.
Arya berharap perhatian tersebut dapat diikuti dengan dukungan anggaran yang memadai agar berbagai program pembinaan pemain, kompetisi, hingga pengembangan tim nasional dapat berjalan lebih optimal.
"Kita butuh dukungan juga seperti itu dari Menkeu, pendanaan," ujarnya.
Prabowo Akui Masih Resah
Sebelumnya, saat menghadiri peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa masih ada satu hal yang menjadi kegelisahannya, yakni belum berhasilnya Timnas Indonesia tampil di putaran final Piala Dunia.
Menurut Prabowo, keberhasilan Indonesia di berbagai sektor akan terasa belum lengkap apabila prestasi sepak bola nasional belum mampu bersaing di level dunia.
"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Jadi, saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa B50 tetapi tidak masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas," kata Prabowo.
Presiden juga meminta Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyiapkan langkah terbaik agar Indonesia mampu bersaing pada kualifikasi Piala Dunia 2030.
PSSI Jadikan Kegagalan sebagai Evaluasi
Arya menegaskan kegagalan pada kualifikasi Piala Dunia 2026 tidak boleh dipandang sebagai akhir dari perjalanan Timnas Indonesia.
Ia menilai pencapaian Garuda pada edisi sebelumnya merupakan salah satu hasil terbaik sepanjang sejarah sepak bola Indonesia karena mampu melangkah lebih jauh dibandingkan periode-periode sebelumnya.
"Ya wajar, semua negara juga pasti pengen ke sana dan kan kemarin kita sudah berjuang. Capaian kita kemarin itu tertinggi sepanjang sejarah kita main bola. Artinya tahapan berikutnya ya mudah-mudahan lebih dari yang kemarin," ujarnya.
Menurut PSSI, evaluasi akan terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas kompetisi domestik, pembinaan pemain usia muda, penguatan infrastruktur sepak bola, hingga pengembangan sistem pembinaan yang lebih berkelanjutan.
Menuju Piala Dunia 2030
Indonesia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah tidak mampu melewati putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Meski demikian, target tampil di Piala Dunia 2030 tetap dipertahankan. PSSI menilai cita-cita tersebut membutuhkan kerja jangka panjang yang tidak hanya bergantung pada performa tim nasional, tetapi juga dukungan pemerintah, keberlanjutan kompetisi, peningkatan kualitas pemain, serta investasi yang konsisten dalam pembangunan sepak bola nasional.
Harapan untuk tampil di Piala Dunia masih terbuka. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh proses pembinaan berjalan berkesinambungan agar target tersebut tidak sekadar menjadi ambisi, melainkan dapat diwujudkan melalui persiapan yang matang. (*)

