Militer AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Fasilitas Militer di Sekitar Selat Hormuz
![]() |
| Donald Trump |
AMANAH INDONESIA -- Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan baru terhadap sejumlah target militer Iran di sekitar Selat Hormuz. Operasi disebut berlangsung selama tujuh jam.
Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat
Situasi keamanan di kawasan Teluk kembali memanas setelah militer Amerika Serikat mengumumkan operasi militer terbaru yang menyasar sejumlah fasilitas militer Iran di sekitar Selat Hormuz.
Operasi tersebut menambah daftar aksi militer di kawasan yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Perkembangan ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan serta kelancaran pelayaran internasional.
CENTCOM Klaim Serangan Sasar Puluhan Target
Dalam pernyataan resminya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi militer itu rampung pada Senin malam waktu Amerika Serikat atau Selasa (15/7) waktu setempat.
Menurut CENTCOM, gelombang serangan tersebut menghantam puluhan sasaran militer yang berada di sekitar Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.
Operasi Berlangsung Selama Tujuh Jam
CENTCOM menjelaskan operasi berlangsung selama sekitar tujuh jam dengan melibatkan berbagai unsur kekuatan militer.
Pesawat tempur, kendaraan udara nirawak (drone), serta kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat dikerahkan untuk meluncurkan amunisi berpemandu presisi ke sejumlah lokasi yang disebut berkaitan dengan sistem rudal dan drone milik Iran.
Selain itu, serangan juga diarahkan ke unsur angkatan laut dan sistem pertahanan pantai Iran.
AS Sebut Bertujuan Lindungi Jalur Pelayaran
Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan militer Iran yang dinilai dapat mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Militer Amerika Serikat menyatakan sasaran operasi difokuskan pada infrastruktur yang dianggap berpotensi digunakan untuk mengganggu kapal dagang maupun keselamatan awak sipil di jalur pelayaran internasional.
Selat Hormuz Tetap Jadi Titik Strategis
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital bagi distribusi minyak mentah dan gas alam dunia. Setiap peningkatan aktivitas militer di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan global dan pasar energi internasional.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai klaim serangan yang disampaikan oleh CENTCOM. Perkembangan situasi di kawasan masih terus dipantau karena berpotensi memengaruhi dinamika keamanan regional dalam beberapa waktu ke depan. (*)

