Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja

AMANAH INDONESIA, JAKARTA -- Pemerintah resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026 dengan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta dari lulusan SMA dan SMK sederajat. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri.

Peluncuran dilakukan secara nasional dan dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026), yang dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Antusiasme Tinggi, Ribuan Peserta Lolos Seleksi

Program ini mendapat respons besar dari masyarakat. Tercatat sebanyak 29.850 orang mendaftar melalui platform Skillhub pada tahap awal.

Dari jumlah tersebut, 10.405 peserta dinyatakan lolos, terdiri dari 5.833 peserta jalur seleksi dan 4.572 peserta melalui kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan masyarakat.

Para peserta tersebar di berbagai pusat pelatihan, mulai dari Balai Latihan Kerja (BLK), satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, hingga BLK UPTD di berbagai daerah.

"Untuk Batch I dimulai serentak sejak 1 April 2026. Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga cukup tinggi, dengan total 29.850 pendaftar melalui platform Skillhub pada tahap pertama," ucap Menaker.

Target 70 Ribu Peserta Sepanjang 2026

Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan program ini menjangkau hingga 70.000 peserta dengan pembiayaan dari APBN.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan, pelatihan vokasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat penyerapan tenaga kerja.

“Dengan sistem yang serentak ini, kita ingin memastikan setiap pencari kerja memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensinya,” ujar Yassierli.

Fasilitas Lengkap dan Gratis

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memberikan berbagai fasilitas penunjang bagi peserta.

Mulai dari pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, hingga perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Untuk pelatihan tertentu, pemerintah juga menyediakan fasilitas asrama.

“Dukungan ini penting agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan lebih fokus tanpa terbebani biaya dasar selama proses belajar,” ucapnya.

50 Persen Peserta Sudah Punya Komitmen Kerja

Salah satu capaian menarik dari program ini adalah sekitar 50 persen peserta batch pertama telah memiliki komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Hal ini menunjukkan kuatnya keterkaitan antara program vokasi dengan kebutuhan industri.

Dorong Daya Saing Tenaga Kerja

Direktur Jenderal Binalavotas Darmawansyah menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja.

“Program ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing angkatan kerja Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terpusat melalui platform Skillhub guna memastikan transparansi dan akses yang lebih luas.

Dengan pendekatan yang semakin terintegrasi dan berbasis kebutuhan industri, Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata.

Tidak hanya meningkatkan keterampilan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.



Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja
  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja
  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja
  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja
  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja
  • Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Siap Kerja