Darurat El Nino 2026! Berau Terancam Karhutla Besar, Personel Damkar Masih Minim
![]() |
| ILUSTRASI. Cuaca ekstrem di Indonesia |
AMANAH INDONESIAM BERAU -- Ancaman kemarau panjang mulai menghantui Kabupaten Berau. Fenomena El Nino ekstrem yang diprediksi datang sejak April 2026 disebut berpotensi memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga berbulan-bulan ke depan.
Badan riset nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bahkan menyebut intensitas El Nino kali ini bisa lebih kuat dari siklus sebelumnya. Tak heran jika fenomena ini dijuluki “El Nino Godzilla”.
Alarm Bahaya: Karhutla hingga Kebakaran Permukiman
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau langsung menaikkan status kewaspadaan. Ancaman bukan hanya kebakaran hutan, tetapi juga bisa merembet ke permukiman warga.
Kepala Bidang Damkar Berau, Nofian Hidayat, menegaskan pihaknya tidak ingin kecolongan.
“Walaupun El Nino merupakan siklus alam, intensitasnya kali ini tidak boleh diremehkan. Durasi panasnya bisa panjang, bahkan berbulan-bulan. Ini yang harus kita antisipasi sejak awal,” tegasnya.
Tak hanya itu, dampak lanjutan juga mengintai:
- Lahan pertanian terancam kering
- Aktivitas perikanan terganggu
- Risiko kebakaran permukiman meningkat
Personel Minim, Ancaman Maksimal
Di tengah ancaman besar, Berau hanya memiliki 88 personel pemadam—jauh dari kebutuhan ideal 250 orang. Kondisi ini membuat upaya pencegahan harus mengandalkan kolaborasi dengan masyarakat.
Relawan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kini jadi garda tambahan untuk menutup kekurangan tersebut.
“Keterbatasan tetap ada, tetapi kami optimalkan dengan kolaborasi bersama masyarakat,” ujar Nofian.
Tim Siaga Khusus Dikerahkan
Menghadapi skenario terburuk, Disdamkarmat melakukan langkah cepat:
- Menyebar ulang personel ke titik rawan
- Menggelar pelatihan intensif
- Membentuk tim siaga khusus
Armada pemadam masih dinilai cukup, dengan mobil tangki tersedia di tiap kecamatan dan 18 unit kendaraan di pos induk. Namun, kebutuhan tambahan tetap mendesak untuk menghadapi musim kering panjang.
Imbauan Keras: Jangan Bakar Lahan!
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dalam kondisi kering ekstrem, api kecil bisa berubah menjadi bencana besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan. Siapkan juga cadangan air,” pungkas Nofian.
Kesimpulan
El Nino ekstrem 2026 bukan sekadar fenomena cuaca biasa. Dengan durasi panjang dan dampak luas, Berau menghadapi potensi krisis lingkungan serius. Tanpa kesiapsiagaan bersama, ancaman karhutla bisa berubah menjadi bencana besar.

