Trump Sebut Konflik AS–Iran Masih Berlangsung
![]() |
| Donald Trump |
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan. Ia menegaskan pemerintahannya belum siap menyampaikan deklarasi bahwa operasi militer terhadap Iran telah berakhir.
"Saya masih belum menyatakan operasi ini berakhir," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah ia percaya bahwa pernyataan tentang penghancuran kemampuan militer Iran harus diikuti dengan deklarasi.
Ucapan tersebut memberi sinyal bahwa konflik yang meningkat sejak akhir Februari masih berpotensi berlanjut, meskipun serangan besar telah dilakukan oleh kedua pihak.
Diplomasi Tetap Dibuka di Tengah Tekanan Militer
Di tengah operasi militer yang masih berlangsung, Trump mengungkap bahwa komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran tetap berjalan.
Ia menyebut Amerika Serikat masih melakukan pembicaraan dengan Iran, meskipun menurutnya proses menuju kesepakatan belum sepenuhnya matang.
"Kami sedang berbicara dengan mereka, tetapi saya rasa mereka belum siap. Tetapi mereka cukup dekat [dengan kesepakatan dengan AS]," kata Trump, menanggapi pertanyaan wartawan soal itu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan Amerika Serikat saat ini berjalan dalam dua jalur sekaligus, yakni tekanan militer dan komunikasi diplomatik.
Konflik Memuncak Sejak Akhir Februari
Eskalasi konflik meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas serta memicu korban sipil.
Dalam sejumlah laporan yang beredar, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei disebut tewas dalam rangkaian serangan tersebut.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Program Nuklir dan Isu Perubahan Kekuasaan
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan operasi militer tersebut dilakukan sebagai langkah awal menghadapi dugaan ancaman dari program nuklir Iran.
Namun dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara juga secara terbuka menyatakan keinginan untuk melihat perubahan kepemimpinan di Iran.
Situasi ini membuat konflik di kawasan Timur Tengah semakin kompleks, dengan potensi eskalasi yang masih sulit diprediksi dalam waktu dekat.


