Iran Tuduh Ada Operasi Terselubung AS–Israel Gunakan Drone Tiruan untuk Menyerang Negara Arab
![]() |
| ILUSTRASI. Konflik Iran VS AS dan Israel. Gambar ini merupakan ilustrasi digital yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). |
Menurut pemerintah Iran, sejumlah serangan drone yang terjadi di wilayah Arab diduga dilakukan menggunakan perangkat yang dibuat menyerupai drone milik Iran. Jika tuduhan ini benar, strategi tersebut dinilai sebagai upaya untuk merusak hubungan Iran dengan negara-negara tetangganya di kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyebut pihaknya menerima informasi mengenai dugaan operasi tersebut.
"Kami juga baru-baru ini menerima informasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab dari titik-titik tertentu," kata Araghchi dikutip dari Doha News.
Bagi Teheran, dugaan penggunaan drone tiruan itu bukan sekadar persoalan militer, tetapi juga berkaitan dengan upaya mempengaruhi persepsi politik di kawasan.
Araghchi menyebut Amerika Serikat disebut telah mengembangkan drone yang bentuknya menyerupai drone Shahed milik Iran.
Drone tersebut, menurutnya, digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab sehingga memunculkan kesan bahwa Iran berada di balik serangan tersebut.
"AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan drone Shahed kami, yang disebut 'Lucas'. Drone ini digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab."
"Kami sedang mempelajari informasi ini, tetapi saya percaya Israel mungkin menargetkan situs sipil untuk merusak hubungan kami dengan teman-teman Arab kami," ujar Araghchi menambahkan.
Iran menilai langkah tersebut dapat memicu ketegangan baru antara Teheran dan negara-negara Arab yang selama ini memiliki hubungan politik yang kompleks.
IRGC Sebut Ada Upaya Memecah Hubungan Kawasan
Tuduhan serupa juga datang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Perwakilan IRGC, Ebrahim Zolfaghari, menyebut dugaan operasi tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan perpecahan di kawasan.
"Tujuan musuh adalah menimbulkan pesimisme dan melontarkan tuduhan terhadap Republik Islam Iran. Tujuan akhirnya adalah menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya, sehingga melemahkan tindakan pertahanan yang sah dan legal dari angkatan bersenjata Iran," kata Zolfaghari dalam pernyataan resmi, Minggu (15/3).
Ia menilai strategi semacam itu berpotensi memperkeruh situasi keamanan di Timur Tengah yang sudah lama berada dalam ketegangan geopolitik.
Serangan Drone di Kawasan Teluk
Pernyataan Iran muncul di tengah sejumlah insiden keamanan yang terjadi di kawasan Teluk.
Salah satu peristiwa terbaru adalah serangan drone yang dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab pada Senin (16/3) pagi.
Hingga kini belum diketahui secara pasti pihak yang berada di balik serangan tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti kompleksitas konflik di Timur Tengah, di mana berbagai aktor regional dan global sering saling menuding terkait operasi militer yang terjadi di kawasan tersebut.
Dalam situasi yang semakin sensitif ini, tuduhan Iran terhadap AS dan Israel menambah lapisan baru dalam dinamika politik dan keamanan di kawasan, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi militer seperti drone kini menjadi bagian penting dalam persaingan geopolitik modern.


