Tavares ke Persebaya, Stabilitas Skuad PSM Makassar Terancam?
![]() |
| Tavares ke Persebaya, Stabilitas Skuad PSM Makassar Terancam? |
Momentum ini membuat PSM tak hanya berpacu dengan lawan di lapangan, tetapi juga dengan dinamika di balik layar.
Bernardo Tavares resmi diumumkan sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya dan akan memimpin Bajul Ijo mulai putaran kedua Super League 2025/2026. Penunjukan tersebut bertepatan dengan dibukanya jendela transfer paruh musim yang berlangsung 10 Januari hingga 6 Februari 2026.
Periode ini memberi ruang luas bagi klub untuk merombak skuad sesuai kebutuhan pelatih. Bagi Persebaya, ini adalah awal era baru. Namun bagi PSM Makassar, situasinya justru menuntut kewaspadaan ekstra.
Nama Bernardo Tavares memiliki tempat khusus dalam sejarah Juku Eja. Ia adalah arsitek utama kesuksesan PSM, termasuk saat membawa klub meraih gelar juara Liga 1 dan menorehkan prestasi membanggakan di level Asia.
Isu mulai memanas ketika Tavares secara terbuka mengakui adanya komunikasi dari pemain-pemain PSM Makassar setelah dirinya kembali melatih di Indonesia.“Iya, memang banyak pemain PSM Makassar yang menghubungi saya setelah saya menandatangani kontrak,” kata Bernardo Tavares dikutip Selasa (6/1/2025).
Pernyataan tersebut langsung memantik spekulasi. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan sikap profesionalnya dan menolak langkah yang berpotensi merugikan klub lain.“Tapi kita tidak boleh melakukan hal yang buruk kepada klub lain. Kita harus menghormati mereka karena para pemain tersebut masih memiliki kontrak,” ungkapnya.
Tavares juga menekankan pentingnya etika dalam sepak bola profesional.“Kita perlu menghormati kontrak. Saya juga tidak ingin diperlakukan seperti itu oleh klub lain,” sebutnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan adanya ikatan emosional yang telah terbangun bersama PSM Makassar.
“Apalagi banyak orang tahu kami pernah menciptakan sejarah yang baik bersama PSM Makassar,” tuturnya.
Meski pernyataan tersebut terkesan meredam isu, potensi pergerakan pemain tetap tidak bisa sepenuhnya diabaikan. Kedekatan emosional, kesamaan filosofi permainan, serta pemahaman taktik yang telah terbangun antara Tavares dan sejumlah pemain PSM Makassar menjadi daya tarik tersendiri di tengah bursa transfer.
Terlebih, sebagian besar pemain inti Juku Eja saat ini merupakan bagian dari skuad yang dibentuk langsung oleh Bernardo Tavares. Kondisi ini menjadikan bursa transfer paruh musim sebagai periode yang sangat sensitif bagi manajemen klub.
PSM Makassar dituntut bergerak cepat untuk:
-
menjaga stabilitas tim,
-
mempertahankan pemain kunci, dan
-
mengantisipasi potensi godaan dari klub rival.
Sebagai pelatih berlisensi UEFA Pro, Bernardo Tavares dikenal memiliki pengaruh kuat terhadap struktur tim dan pengembangan pemain. Rekam jejaknya bersama PSM Makassar memperkuat validitas kekhawatiran publik terkait efek domino yang mungkin terjadi di bursa transfer.
Kembalinya Tavares ke Indonesia bersama Persebaya Surabaya membuat dinamika Super League 2025/2026 semakin panas, tidak hanya di papan klasemen, tetapi juga dalam pertarungan strategi dan stabilitas skuad.
Kini pertanyaan besar menggantung di udara: mampukah PSM Makassar bertahan dari efek domino yang ditinggalkan sang mantan pelatih?
Jawabannya akan mulai terungkap seiring bergulirnya bursa transfer paruh musim—periode yang bisa menentukan arah perjalanan Juku Eja hingga akhir kompetisi.
