Sosial Media
0
HEADLINE NEWS
    Iklan display
    Home Erupsi Gunung Semeru Pendaki

    Gunung Semeru Meletus! Puluhan Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, Ini Kondisi Terkini

    1 min read

    Gunung Semeru
    Gunung Semeru 

    AMANAH INDONESIA, JATIM --Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat tajam. Dalam rentang waktu enam jam, Kamis pukul 00.00–06.00 WIB, Pusat Pengamatan Gunung Api mencatat total 32 kali gempa guguran yang menandai dinamika tinggi di gunung setinggi 3.676 mdpl itu.

    “Aktivitas Gunung Semeru untuk pengamatan kegempaan tercatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–16 mm dan lama gempa 69–108 detik,” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang. Ia menyebut ada pula 25 kali gempa letusan atau erupsi, satu gempa embusan, serta satu gempa tektonik jauh yang ikut terekam alat.

    Visual gunung api pun terpantau fluktuatif, dari kondisi cerah hingga tertutup kabut tebal. Asap kawah tidak teramati, sementara cuaca cenderung mendung dengan angin lemah yang bergerak ke arah utara, tenggara, dan selatan.

    Status Awas/Level IV telah resmi diberlakukan sejak Rabu (19/11) sore. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi keras bagi warga untuk menghindari sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari puncak. “Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” tegas Yadi.

    PVMBG juga melarang segala bentuk aktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah karena ancaman lontaran batu pijar. Warga diminta terus siaga terhadap potensi awan panas, guguran lava, lahar, dan aliran material vulkanik menuju sungai-sungai besar seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

    Di sisi lain, puluhan pendaki sempat tertahan di kawasan Ranu Kumbolo akibat erupsi yang terjadi pada Rabu sore. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, memastikan kondisi mereka aman. “Untuk di Ranu Kumbolo kondisi aman cuma memang ada himbauan untuk turun,” katanya.

    Sekitar 60 pendaki dan 15 pemandu masih berada di lokasi favorit pendakian itu. Kabut tebal dan hujan ringan membuat jalur turun belum memungkinkan dilalui. Basarnas dan tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, hingga Polri telah bersiaga untuk mengawal proses evakuasi bila situasi memburuk. “Kondisinya aman,” tegas Edy.

    Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan erupsi pada pukul 16.00 WIB dengan kolom abu setinggi 2.000 meter di atas puncak. Awan panas sempat meluncur hingga tujuh kilometer ke arah utara dan barat laut, dengan amplitudo letusan mencapai 40 mm dan durasi 16 menit 40 detik. Aktivitas erupsi mereda pada 18.11 WIB, namun status Siaga Tinggi tetap diberlakukan untuk mengantisipasi potensi letusan lanjutan.
    Additional JS