Sosial Media
0
HEADLINE NEWS
    Iklan display
    Home Denny JA

    Denny JA Raih BRICS Award for Literary Innovation 2025, Mantapkan Posisi Sastra Indonesia di Pentas Global

    2 min read



    AMANAH INDONESIA — Penggiat sastra Indonesia, Denny JA, meraih BRICS Award for Literary Innovation 2025 atas kontribusinya dalam melahirkan dan mengembangkan genre puisi esai

    Penghargaan bergengsi yang diberikan di Rusia itu menegaskan hadirnya suara baru dari Indonesia dalam lanskap sastra dunia, khususnya dari negara-negara Global South.

    Denny JA telah menerima konfirmasi resmi sebagai penerima penghargaan melalui dua jalur: pertama oleh Sastri Bakry selaku koordinator BRICS Indonesia, dan kedua melalui dokumen resmi yang ditandatangani Ostroverkh–Kvanchiani Aleksandr Igorevich, Kepala Direksi Festival Seni Internasional BRICS. Penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung di Khabarovsk, Rusia, pada akhir November 2025.

    Pengakuan Global untuk Puisi Esai

    Penghargaan ini diberikan untuk inovasi Denny JA dalam mengembangkan puisi esai, genre yang ia perkenalkan pada 2012. 

    Bentuk sastra ini memadukan unsur liris, naratif, dan data faktual. Sejak diperkenalkan, puisi esai telah dibahas dalam forum akademik internasional dan dirayakan melalui berbagai festival, termasuk ASEAN Poetry Essay Festival yang tahun ini digelar di Malaysia.

    Dalam pernyataannya, Denny JA menekankan pentingnya keberagaman suara sastra di tingkat internasional.

    “Berbagai negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin juga memiliki suara sastra yang mampu menyeimbangkan dominasi Barat,” ujarnya.

    Ia menilai BRICS Literature Award membuka ruang bagi perspektif alternatif yang selama ini kurang mendapat sorotan.

    “Di tengah dominasi wacana sastra dari Amerika Serikat dan Eropa, penghargaan BRICS menegaskan pentingnya suara alternatif dari Global South, termasuk Indonesia.”

    Eksperimen Sastra yang Mendunia

    Denny menyebut penghargaan ini sebagai bukti bahwa eksperimen kreatif dari negara berkembang dapat mendapat tempat di panggung global.

    “Undangan itu terasa bukan sekadar pemberitahuan administratif. Ia datang sebagai pengakuan sunyi tetapi besar, bahwa eksperimen kecil yang saya mulai bertahun-tahun lalu ternyata menggema hingga ke panggung internasional.”

    Puisi esai, menurutnya, lahir dari pertanyaan sederhana: bisakah puisi menghadirkan keindahan sekaligus fakta sosial yang mendalam? Dari ide itu, genre ini tumbuh menjadi medium dokumentasi tragedi, harapan, dan ruang kreatif lintas generasi.

    Melalui Denny JA Foundation, ia bahkan membentuk dana abadi untuk menjamin keberlanjutan perkembangan genre tersebut.

    “Kadang, langkah kecil yang kita ayunkan sendiri tanpa sorotan, ternyata membentuk jalan yang dilihat dunia,” katanya.

    Festival BRICS dan Panggung Baru Sastra Dunia

    BRICS Award diberikan dalam rangkaian Festival Seni BRICS yang berlangsung pada 25–30 November 2025 di Khabarovsk. Festival tersebut menghadirkan pameran multidisipliner, kelas sinematografi, festival film, pertunjukan sejarah, hingga program kebudayaan lintas negara.

    Kemenangan Denny JA menegaskan bahwa inovasi sastra kini tidak lagi berpusat di Barat, tetapi juga tumbuh dari kawasan seperti Asia Tenggara.

    Namun bagi Denny, makna penghargaan tidak hanya terletak pada panggung megahnya.

    “Penghargaan dapat pudar oleh waktu. Namun karya yang lahir dari kejujuran akan menemukan jalannya sendiri — ke tangan siapa pun yang membutuhkannya.”

    Additional JS